Sabtu, 09 November 2013

Pengemis Yahudi Buta Yang Sering Memaki Rasulullah



Di sudut pasar Madinah al Munawarah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap hari selalu mengumpat, menghina, menjelekkan dan memaki Rasulullah SAW, dan apabila ada orang yang mendekatinya si pengemis selalu berkata;
‘‘Wahai saudaraku, kamu jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya!”

Namun setiap pagi Rasulullah SAW mendatangi si pengemis itu dengan membawakan makanan dan tanpa berkata sepatah katapun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang beliau bawa kepada pengemis Yahudi buta itu, walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.
Rasulullah SAW melakukan perbuatan mulia itu kepada si pengemis Yahudi buta itu hingga menjelang Rasulullah SAW wafat. Setelah wafatnya beliau maka tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada si pengemis Yahudi yang buta itu.
Suatu hari Abu Bakar r.a. berkunjung ke rumah anaknya Aisyah. Abu bakar bertanya kepada Aisyah;
‘‘Anakku, adakah sunnah Rasulullah SAW yang belum aku kerjakan?’’
Aisyahmenjawab; ‘‘Wahai Ayahanda, engkau adalah seorang ahli sunnah, Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum Ayahanda lakukan, kecuali satu sunnah saja.’’
‘‘Apakah itu, Aisyah?’’ tanya Abu Bakar r.a.
Aisyah menjelaskan kepada Ayahandanya Abu bakar; ‘‘Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar madinah dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi yang buta yang berada di sana!’’ kata Aisyah.
Pada keesokan harinya Abu bakar r.a. pergi ke pasar madinah dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis Yahudi yang buta itu. Abu bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar mulai menyuapinya, si pengemis Yahudi buta itu marah sambil berteriak; ‘‘Siapakah kamu?’’
Abubakar r.a. menjawab; ‘‘Aku orang yang biasa.’’
‘‘Bukan…engkau bukan orang yang biasa mendatangiku dan menyuapi aku makan,’’ bentak si pengemis Yahudi buta itu.
‘‘Orang yang biasa mendatangiku dan menyuapi aku makan, apabila dia datang kepadaku, tidak susah tanganku ini memegang dan tidak susah mulutku ini mengunyah makanan,’’ lanjut pengemis Yahudi buta itu.
‘‘Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tetapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya dan setelah itu diberikan dan disuapkannya kepadaku,’’ kata pengemis Yahudi buta itu melanjutkan penjelasannya kepada Abu Bakar r.a.
Mendengar penjelasan pengemis Yahudi buta itu, Abu bakar tidak dapat menahan air matanya, Abu bakar menangis sambil berkata kepada pengemis Yahudi buta itu; ‘‘Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang selalu datang padamu untuk membawakan kamu makanan dan menyuapi kamu makan. Ketahuilah wahai pengemis bahwa orang yang baik dan mulia itu kini telah tiada, orang yang mulia itu telah wafat. Ketahuilah wahai Pengemis bahwa orang yang baik dan mulia itu adalah Rasulullah Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam.”
Setelah mendengar cerita Abu bakar, pengemis Yahudi buta itu menangis sejadi-jadinya. ‘‘Benarkah demikian?’’ tanya si pengemis kepada Abubakar r.a.
‘‘Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, menjelek-jelekkannya dan memaki-makinya, tetapi ia tidak pernah dendam dan memarahiku sedikit pun, ia mendatangiku, ia membawakan aku makanan dan ia menyuapi aku makan dengan penuh kasih sayang kepadaku. Ia begitu sangat baik dan sangat mulia,’’ kata pengemis Yahudi itu.
‘‘Wahai Abubakar, saksikanlah aku sekarang juga untuk mengucapkan dua kalimat syahadat serta memeluk agama Islam, agama yang dibawa oleh orang yang sangat baik dan mulia itu…’’ tutup pengemis buta Yahudi itu sambil mengucapkan dua kalimat syhahadat; ‘‘Asyhadu Anlaa Ilaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah.’’ [rumahkeluarga-indonesia.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar