Jumat, 29 Maret 2019

MAUNA KEA, GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA


Kita semua tahu bahwa puncak tertinggi di dunia adalah Puncak Everest di pegunungan Himalaya yang berada di perbatasan antara Nepal dan Tibet.  Puncak Everest menjulang setinggi 29,029 kaki atau sekitar 8,848 meter dari permukaan laut. Ketinggian inilah yang menarik para pendaki untuk beradu gengsi menjadi penakluk puncak tertinggi.
Namun, siapa yang menduga, jika dihitung dari akar hingga ke puncaknya, ternyata Puncak Everest bukan gunung tertinggi di dunia. Lalu apakah gunung yang tertinggi di dunia itu?
Gunung tertinggi di dunia adalah Mauna Kea di Hawai, Amerika Serikat.  Jika diperhatikan Mauna Kea memang terlihat lebih rendah dibandingkan Everest. Tinggi Mauna Kea hanya 4,205 meter dari atas permukaan laut atau hampir mencapai setengah dari tinggi Everest.  Tapi ternyata kaki gunung Mauna Kea tidak benar-benar berada di atas permukaan air laut.

KAKATUA-KECIL JAMBUL-KUNING DI PULAU PASOSO


Berbagai penelitian mengenai kakatua-kecil jambul-kuning (Cacatua sulphurea sulphurea) yang dilakukan oleh beberapa peneliti sepanjang dekade 1990-an menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan populasi secara dramatis dalam kurun waktu 20 tahun terakhir di seluruh Sulawesi.  Bahkan dibeberapa tempat yang sebelumnya diketahui merupakan habitat dari burung kakatua-kecil jambul-kuning tidak dijumpai lagi jenis ini (Andrew & Holmes 1990; Marsden 1992; Cahyadin et al. 1994; Mallo & Setiawan 1996).  Salah satu lokasi yang terdapat kakatua-kecil jambul-kuning yang populasinya cenderung stabil adalah Pulau Pasoso.  Pulau Pasoso merupakan salah satu di antara pulau yang terdapat di Selat Makassar yang terletak di Desa Manimbaya Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala.  Kawasan Pulau Pasoso merupakan kawasan suaka margasatwa yang terdapat di Sulawesi Tengah (Mallo 1997).

ADAB TERTAWA


“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.” (QS. Ibrahim: 24-26).
Anas bin Malik r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Tidak akan lurus keimanan seorang hamba, sampailah lurus hatinya dan tidak akan lurus hatinya, sampailah lurus lidahnya.” (Riwayat Ahmad).
1. Tidak Terkekeh-Kekeh
Perumpamaan dalam Al Qur’an di atas amat menarik untuk direnungkan. Hal itu menggambarkan betapa mulia dan terhormatnya orang yang senantiasa berbicara dengan perkataan yang baik dan yang bermanfaat.
Dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  tadi, dijelaskan bahwa merupakan suatu syarat, lurusnya iman seseorang adalah lurusnya hati. Kemudian juga merupakan syarat lurusnya hati dengan lurusnya lisan. Penjelasan yang amat terang ini sudah pasti mudah untuk dipahami.

PENYULUHAN KEHUTANAN


A.  Defenisi Penyuluhan Kehutanan
Konsep Penyuluhan
Kehadiran penyuluhan di Indonesia sebagai bidang kegiatan, sebenarnya sudah berlangsung hampir dua abad yang lalu, yakni sejak didirikannya Kebun Raya Bogor oleh Reinwardt pada tahun 1817, tetapi kehadirannya sebagai cabang keilmuan, sebenarnya belum lama.
Meskipun demikian, ilmu penyuluhan itu sendiri sebenarnya sudah lama dikembangkan. Menurut catatan sejarah, di Scotlandia Pengembangan ilmu penyuluhan sudah dirintis sejak tahun 1723 (True, dalam Swanson dan Clear, 1984).  Sehubungan dengan itu, konsep tentang penyuluhan terus mengalami perkembangan. Shukla (1972) misalnya, sedikitnya telah menyampaikan adanya 15 konsep.
Pengertian tentang penyuluhan memang sangat sulit dirumuskan, karena menyangkut banyak tujuan dan kepentingan. OIeh sebab itu, setiap orang dapat memberikan konsepnya sendiri, sesuai dengan latar belakang keilmuan dan kepentingan yang ada padanya.

Sabtu, 23 Maret 2019

FENOMENA MUSLIMAH NONTON DRAMA KOREA, BAGAIMANA HUKUMNYA?


Cewek jaman sekarang siapa sih yang tidak kenal dengan Lee Min Ho atau Kim Bum? Mereka adalah pria-pria tampan pemeran drama korea Boys Before Flower. Sebuah film yang mengadopsi cerita Hana Yori Dango (versi jepang) atau yang biasa disebut meteor garden (versi Taiwan), drama ini menjadi populer di kalangan remaja.
Alur cerita yang fokus, tidak bertele-tele, juga unik dan kreatif, serta karakter tokoh utamanya yang sangat ideal di mata remaja menjadikan drama ini banyak disukai remaja, khususnya remaja wanita. Sejak kemunculannya tahun 2004, drama korea kini telah mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia, khususnya kalangan remaja.
Seperti Endless Love dan Full House yang pertama kali ditayangkan di layarkaca, kemudian ada Love to Kill, Princess Hour, Winter Sonata, Only You, Stained Glass Windows, Summer Scent, Sassy Girls Chun Yang, The Super Rookie, My Name Kim San Sun, Love Story in Harvard, Jewel in the Palace, Mars, Hot Shot, dan lain-lain.  Drama-drama korea yang pernah di putar itu sontak menjadi idola baru. Bukan hanya filmnya yang meraih rating tinggi, VCD dan lagu-lagu soundtracknya juga laris manis.

PESONA JIWA RAGA


Pada mulanya adalah fisik. Seterusnya adalah budi. Raga menantikan pandanganmu. Jiwa membangun simpatimu. Badan mengeluarkan gelombang magnetiknya. Jiwa meniupkan kebajikannya.
Begitulah cinta tersurat di langit kebenaran. Bahwa karena cinta jiwa harus selalu berujung dengan sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona itu: jiwa dan raga.
Tapi selalu ada bias disini. Ketika ketertarikan fisik disebut cinta tapi kemudian kandas ditengah jalan. Atau ketika cinta tulus pada kebajikan jiwa tak tumbuh berkembang sampai waktu yang lama. Bias dalam jiwa ini terjadi karena ia selalu merupakan senyawa spritualitas dan libido. Kebajikan jiwa merupakan udara yang memberi kita nafas kehidupan yang panjang. Tapi pesona fisik adalah sumbu yang senantiasa menyalakan hasrat asmara.
Biasnya adalah ketidakjujuran yang selalu mendorong kita memenangkan salah satunya: jiwa dan raga. Jangan pernah pakai “atau” disini. Pakailah “dan”: kata sambung yang menghubungkan dua pesona itu. Sebab kita diciptakan dengan fitrah yang menyenangi keindahan fisik. Tapi juga dengan fakta bahwa daya tahan pesona fisik kita ternyata sangat sementara. Lalu apakah yang akan dilakukan sepasang pecinta jika mereka berumur 70 tahun? Bicara. Hanya itu. Dan dua tubuh yang tidur berdampingan di atas ranjang yang sama hanya bisa saling memunggungi. Tanpa selera. Sebab tinggal bicara saja yang bisa mereka lakukan. Begitulah pesona jiwa perlahan menyeruak di antara lapisan-lapisan gelombang magnetik fisik: lalu menyatakan fakta yang tidak terbantahkan bahwa apa yang membuat dua manusia bisa tetap membangun sebuah jangka panjang sesungguhnya adalah kebijakan jiwa mereka bersama.

IKAN GELODOK/TEMBAKUL/(Periothalamus sp.)


Ikan Gelodok adalah jenis ikan yang bisa merangkak naik ke darat atau bertengger pada akar-akar pohon bakau. Karena kemampuan ini, ikan glodok disebut juga ikan tembakul. Ikan ini hidup di zona pasang surut di lumpur pantai yang ada pohon-pohon bakaunya. Gelodok/tembakul adalah jenis ikan dari beberapa marga yang termasuk ke dalam anak suku Oxudercinae. Ikan-ikan ini senang melompat-lompat ke daratan, terutama di daerah berlumpur atau berair dangkal di sekitar hutan bakau ketika air surut. Nama-nama lainnya adalah timpakul, tempakul, gelodok, belodok, belodog, atau blodog, atau belacak (bahasa Melayu), gabus laut, lunjat, dan mudskipper (bahasa Inggris). Ikan Gelodok/tembakul hanya dijumpai di pantai-pantai beriklim tropis dan subtropis di wilayah Indo-Pasifik sampai ke pantai Atlantik Benua Afrika. Ikan ini termasuk ikan yang paling tahan terhadap kerusakan lingkungan hidup dan dapat tetap hidup dalam kondisi yang memprihatinkan sekalipun.
Morfologi Ikan Tembakul
Klasifikasi Ilmiah :
Kingdom           : Animalia
Filum                   : Chordata
Kelas                   : Actinopterygii
Ordo                    : Perciformes
Famili                  : Gobiidae
Subfamili           : Oxudercinae
Genus                 : Periothalamus
Spesies               : Periothalamus sp.

JANGAN PEGANG HP KETIKA BERBICARA DENGAN ORANG LAIN


Perhatikan contoh adab berikut yang benar-benar memperhatikan adab ketika sedang berbicara kepada yang diajak bicara. Mereka benar-benar memperhatikan teman bicara sebagai bentuk penghormatan dan tidak disibukkan dengan urusan lainnya.  ‘Ataa’ bin Abi Rabah berkata,
 “Ada seseorang laki-laki menceritakan kepadaku suatu cerita, maka aku diam untuk benar-benar mendengarnya, seolah-olah aku tidak pernah mendengar cerita itu, padahal sungguh aku pernah mendengar cerita itu sebelum ia dilahirkan.” (Siyar A’laam An-Nubala 5/86)
Di zaman ini manusia dengan HP dan Gadget mungkin sulit dipisahkan, bahkan ada yang benar-benar tidak bisa meninggalkan HP dan gadgetnya ketika berbicara dengan orang lain yang merupakan teman bicaranya. Begitu sibuknya dengan HP dan gadget, ia masih konsentrasi ke HP dan gadget padahal masih dalam tahap berbicara dengan teman bicaranya. Akibatnya ia berbicara tidak serius, tidak konsentrasi dan terkadang tidak nyambung. Hal ini bisa jadi bentuk ketidaksopanan dan tidak menghargai teman bicaranya.