Jumat, 02 November 2012

Burung Walet


Burung walet merupakan burung yang hidup di daerah yang beriklim tropis lembab, dan merupakan burung pemakan serangga yang suka tinggal di dalam gua-gua dan rumah-rumah yang cukup lembab, remang-remang dan sampai gelap dan menggunakan langit-langitnya utk membangun sarang dan berkembang biak.
Burung walet dikelompokkan dalam 2 genus yaitu Aerodramus (9 spesies) dan Collocalia (2 spesies).  Dari 11 jenis hanya terdapat 3 spesies menghasilkan sarang yang bisa dimakan, yaitu Aerodramus fuciphagus, A. maximus, A. germani.
Nama walet memang sudah tidak asing di telinga setiap orang karena harga jual sarangnya yang tinggi. Satu kilogram sarang walet bisa dihargai 15-20 juta rupiah. Sarang walet dapat dijadikan salah satu komoditas ekspor yang bisa diandalkan. Ekspor sarang walet dari Indonesia masih lebih besar dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Filipina. Cina dan Hongkong merupakan konsumen tetap sarang burung walet dari Indonesia. Dari Hongkong, komoditas ini kemudian disebarkan ke Asia Tengah, Eropa, Afrika, hingga Amerika. Awalnya sarang walet diperoleh dari hasil tangkapan alam, yakni berasal dari gua-gua yang berada di dekat pantai. Perburuan sarang walet gua di Indonesia diperkirakan sudah berlangsung sejak tahun 1700-an. Dimulai dari gua Karangbolong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, lalu menyebar ke daerah lain seperti Gresik dan Tuban di Jawa Timur, serta Rembang, Tegal, Semarang, dan Lasem di Jawa Tengah. Perburuan paling intensif terjadi di sekitar pantai utara Pulau Jawa yang populasi penduduknya padat dan lokasi gua walet yang mudah dicapai. Akibatnya, ketersediaan sarang walet di alam semakin menipis. Selain karena perburuan liar, habitat walet juga terancam oleh adanya aktivitas penambangan yang dilakukan secara serampangan.
Banyaknya habitat yang rusak memaksa walet mencari tempat baru untuk berkembang biak. Salah satu tempat yang diincarnya adalah bangunan atau gedung-gedung kosong yang berlokasi di dataran rendah. Hal inilah yang kemudian mengilhami para pebisnis walet untuk membangun gedung kosong, dengan harapan ada kawanan walet yang menempati gedung tersebut. Namun, untuk memancing walet masuk ke gedung bukan perkara mudah. Perlu perlakuan khusus agar walet tergoda dan mau hinggap ke dalam gedung. Jika merasa nyaman, walet akan mengajak kelompoknya untuk berkembang biak di habitat buatan tersebut.
Empat keuntungan membudidayakan Walet :
1.      Lokasi budi daya lebih "aman" karena milik pribadi.
2.      Banyaknya sarang lebih bisa diperkirakan.
3.      Proses pemanenan lebih mudah dilakukan. Risikonya jauh lebih kecil
4.      Dibandingkan dengan mengambil sarang langsung dari alam. Kualitas panen yang dihasilkan jauh lebih baik daripada kualitas sarang hasil berburu di gua.
Taksonomi Walet
Bedasarkan taksonominya walet digolongkan sebagai berikut.
Kingdom         : Animalia
Fillum              : Chordata
Subfillum        : Vertebrata
Kelas               : Aves
Ordo                : Apodiformes
Familia            : Apodidae
Genus              : Collocalia
Spesies                        : Collocalia sp., Aerodramus sp.
Walet Sarang Putih (Aerodramus fuciphagus)
Kata A. Fuciphagus berasal dari bahasa latin. Fuci berarti lumut (fuci) kata jamak dari (fucus) dan phagus yang berarti makan. Burung ini membuat sarang dengan memanfaatkan lumut dari dinding gua, lalu direkatkan dengan air liurnya. Walet putih paling sering diburu untuk diambil sarangnya. Walet jenis ini sering disebut juga white-nest swiftlet karena memiliki sarang yang berwarna putih.
Ukuran tubuhnya relatif kecil, sekitar 12 cm. Tubuh bagian atas berwarna cokelat kehitaman, dan bagian bawahnya berwarna cokelat. Daerah penyebarannya meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Kalimantan, Palawan, hingga Filipina. A. Fuciphagus yang ditemukan di Jawa umumnya memiliki tunggir (bulu pantat) berwarna cokelat keabu-abuan. Sementara A. Fuciphagus yang hidup di Sumatera dan Kalimantan dari ras vestita tunggirnya berwarna cokelat tua.
Aerodramus fuciphagus memiliki kemampuan terbang yang lebih kuat dibandingkan dengan spesies lainnya. Gaya terbang walet putih ketika mencari mangsa tampak kaku, mirip dengan spesies Aerodramus vanikorensis dan C. esculenta. Spesies ini memiliki lengking suara "tsyiir" yang sangat khas.  Umumnya, A. fuciphagus mendiami tempat-tempat seperti gua kapur dan celah pada batu karang pantai.
Walet Sarang Hitam (Aerodramus maximus)
Penampilan fisik A.maximus sepintas mirip dengan A. fuciphagus. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, ada titik perbedaan pada kedua burung ini, yakni terletak pada warna tunggir atau bulu di bagian pantatnya. A. Maximus memiliki bulu tunggir yang berdegradasi, dari keabu-abuan hingga cokelat kehitaman. Panjang tubuhnya 15 cm, belahan ekor tidak dalam, dan memiliki postur badan agak gemuk. Selain itu, burung ini juga mempunyai bulu-bulu halus di sekitar kakinya. Bulu-bulu inilah yang membedakannya dengan spesies walet yang lain.
Aerodramus maximus sering disebut juga black-nest swiftlet atau walet sarang hitam. Pasalnya, sarang yang dihasilkan burung ini cenderung berwarna lebih gelap atau tidak seputih sarang A. fuciphagus. Hal ini disebabkan sarang walet hitam lebih banyak mengandung bulu daripada air liurnya. Karena itu, nilai jualnya tidak setinggi harga sarang walet putih.
Walet sarang hitam banyak dijumpai di daerah pantai berkarang dan perkotaan. Umumnya menempati bangunan kosong atau kolong jalan layang. Daerah penyebarannya meliputi bagian timur Pegunungan Himalaya, Filipina, Palawan, Kalimantan, Sumatera, dan jawa.
Karakteristik dan Kebiasaan Hidup
Walet merupakan burung pemangsa serangga yang bersifat aerial dan suka meluncur. Sayapnya yang berbentuk sabit, sempit, dan runcing mendukung burung ini untuk terbang lebih cepat. Namun, walet termasuk burung yang tidak pernah hinggap di pohon. Kakinya yang pendek dan lemah menyebabkan burung ini tidak dapat bertengger di dahan atau batang pohon. Hidupnya lebih banyak dihabiskan di dalam gua-gua atau rumah-rumah yang lembap, remang-remang, sampai gelap.
Walet hanya keluar saat mencari makan dan tidak pernah menetap di tempat terbuka. Karenanya, burung ini juga sering mendapat julukan swifts atau burung layang-layang.  Jika sedang istirahat, walet akan bergantung di sarang dengan cara mencengkramkan kuku kakinya yang tajam ke sarangnya. Namun, jika sampai jatuh ke tanah atau lantai, walet tidak dapat mengentakkan kakinya sebagai tumpuan sehingga lama-kelamaan burung ini mati kehabisan tenaga karena terus berusaha untuk terbang.
a.   Perkembangbiakan
Walet berkembang biak sepanjang tahun. Musim berbiak ditandai dengan banyaknya kawanan walet yang saling berkejaran dan mengeluarkan nyanyian untuk menarik hati lawan jenisnya. Namun walet memilih musim kawin dan berkembang biak menjelang musim hujan. Hal ini disebabkan populasi serangga sebagai sumber makanan walet sangat melimpah pada musim ini. Kebanyakan walet berkembang biak dua kali dalam setahun, yakni pada musim kemarau dan musim hujan.
Proses perkawinan biasanya berlangsung pada malam hari ketika walet telah kembali ke dalam gua atau rumah burung walet. Namun, ada kalanya walet melakukan perkawinan di udara. Setelah 5-8 hari masa perkawinan, walet betina akan bertelur. Dalam satu kali masa bertelur, walet mampu menghasilkan dua butir telur. Interval keluarnya telur pertama dan kedua berselang 2-3 hari. Selanjutnya, telur-telur ini akan dierami selama 1 5-1 7 hari.
Setelah menetas, anak walet akan diasuh induknya sekitar 40 hari hingga siap terbang. Selanjutnya, anak walet mencari serangga makanannya bersama-sama dengan induk dan koloninya.
Tabel Fase perkembangbiakan wallet
Periode
Bulan
Perkembangbiakan
1
Awal Februari 
Walet mulai bertelur

Awal - Akhir Maret
Sebagian besar walet sedang dan masih bertelur

Awal April 
Sebagian kecil walet masih bertelur

Mei - Juli 
Walet-walet muda mulai terbang

Desember - Februari 
Walet-walet muda memasuki fase produksi
2
Awal September 
Walet muda bertelur

Awal - Akhir Oktober 
Sebagian besar walet sedang dan masih bertelur

Desember - Februari 
Walet-walet mulai terbang

Juli-Agustus 
Walet-walet muda memasuki fase reproduksi

b. Ekolokasi
Seperti halnya kelelawar, walet juga mampu melakukan ekolokasi, yakni kemampuan mengeluarkan suara berfrekuensi tertentu secara terputus- putus dan kemudian menangkap, kembali pantulan suara tersebut untuk menentukan jarak dan letak sebuah benda yang memantulkannya. Kemampuan ini memungkinkan walet untuk terbang di tempat yang gelap. Namun, ekolokasi yang dimiliki walet berbeda dengan ekolokasi yang dimiliki kelelawar. Ekolokasi pada walet biasanya disertai dengan suara "lengkingan" yang mampu didengar oleh telinga manusia, sedangkan kelelawar hanya mengeluarkan suara infrasonic berfrekuensi rendah yang tidak mampu didengar manusia.
Suara lengkingan pada walet dihasilkan oleh organ yang terletak di belakang tenggorokan yang disebut cyrinx.  Selain untuk mendeteksi keberadaan benda dan untuk menemukan sarang, ekolokasi pada walet juga digunakan untuk berkomunikasi dan memberikan peringatan kepada walet lain agar tidak mendekati sarangnya.  Namun, tidak semua jenis walet memiliki kemampuan ini. Beberapa spesies yang memiliki kemampuan ekolokasi adalah walet sarang putih (A.fuciphagus),walet sarang hitam (A. maximus),dan walet papua (A. Papuensis).
Habitat Asli
Tempat tinggal setiap walet umumnya berbeda-beda. Beberapa spesies walet memanfaatkan lubang di dinding batu karang, tembok-tembok gedung, ataugua-gua sebagai tempat berkembang biak. Bahkan, ada spesies walet yang sengaja bersarang di gua-gua yang letaknya tepat di belakang air terjun. Untuk masuk dan keluar dari gua tersebut, walet harus terbang menerobos air terjun.
Walet putih (A.fuciphagus) merupakan burung penghuni daerah gelap (darkzone). Karena itu, habitat yang diinginkan adalah lokasilokasi yang tidak terjangkau paparan sinar matahari dengan kisaran suhu yang relatif stabil. Tidak mengherankan jika gua-gua menjadi tempat tinggal utama pilihan burung ini.
Umumnya, walet putih banyak dijumpai di dalam gua-gua alam yang dikelilingi hutan lebat.  Dalam membuat sarang, walet hanya memanfaatkan bagian dinding gua yang bertekstur khusus berupa tonjolan-tonjolan dan lekukanlekukan dangkal, serta memiliki kadar air yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan kadar air di bagian dinding lainnya. Iklim mikro di sekitar gua yang menjadi habitat walet suhunya 24-27° C dengan kelembapan 85-95%. Berikut ini beberapa bagian gua yang sering dihuni walet.
1. Area berputar-putar (roving area), yakni lapangan tempat walet berputar-putar sebelum memasuki gua.
2.  Ruang berputar (roving room), yakni tempat walet berputar-putar sebelum keluar dari gua.
3. Ruang ini terletak di dekat mulut gua bagian dalam. Ruang istirahat (rest room), yakni ruang tempat walet beristirahat, membangun sarang, dan berkembangbiak. Letaknya berada di dalam gua.
Jenis-jenis Sarang Walet dan Mutunya
Sarang walet dihasilkan dari air liur walet. Air liur tersebut diproduksi oleh kelenjar saliva yang berada di bawah lidah. Sebelum melakukan perkawinan, walet betina dan jantan membuat sarang secara bersama-sama. Umumnya, walet jantan menghasilkan rajutan air liur lebih panjang dibandingkan dengan walet betina. Selanjutnya, rajutan air liur itu dibentuk mirip mangkuk kecil dan direkatkan di dinding-dinding gua.  Tidak seluruh spesies walet dapat menghasilkan kualitas sarang yang baik.  Tingginya kualitas sarang walet biasanya ditentukan oleh kandungan kemurnian liurnya. Berdasarkan nilai jualnya, sarang walet merah merupakan sarang termahal, kemudian disusul oleh sarang putih, sarang kuning, sarang biru, dan sarang hitam.
a.   Sarang Merah (Sarang Darah)
Ukuran sarang jenis ini cukup besar, diameternya 9 cm dengan bobot mencapai 9-10 gram. jika ditimbang, dalam satu kilogram berisi 110-115 sarang. Umumnya, terdapat dua jenis sarang merah yang dikenal masyarakat, yakni sarang merah bersifat permanen dan tidak permanen. Sarang berwarna merah bening permanen dianggap paling baik kualitasnya dan dipercaya berkhasiat obat, sedangkan sarang merah tidak permanen dianggap kurang baik kualitas karena warna sarang akan berubah setelah 2-3 bulan dipanen. Selain berkhasiat obat, penyebab lain mahalnya sarang walet merah adalah waktu panennya yang jauh lebih lama dibandingkan dengan sarang walet jenis lain. Proses sarang putih menjadi sarang merah alami
membutuhkan waktu yang relatif lama, yakni sekitar 6 bulan. jauh lebih lama
dibandingkan dengan sarang jenis lain seperti sarang putih yang bisa dipanen
setelah 1-2 bulan.
b.   Sarang Putih (Sarang Perak atau Sarang Kristal)
Sarang putih biasanya didapat dari gedung walet yang pengelolaan-nya dilakukan dengan baik. Biasanya diperoleh melalui metode panen rampasan dan panen buang telur. Harga sarang putih dibedakan berdasarkan ukuran dan kebersihannya. Nilai jualnya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan sarang kuning atau sarang hitam.
c. Sarang Kuning
Sarang kuning berasal dari sarang putih yang dalam proses pembentukannya mengalami perubahan warna akibat proses kimiawi. Perubahan warna kuning biasanya disebabkan oleh reaksi warna antara dinding gua tempat menempelnya sarang, kelembapan udara yang terlalu tinggi, atau pengaruh tetesan air yang jatuh ke sarang. Kadang-kadang, sarangyang berasal dari gedung walet juga bisa berwarna kuning. Beberapa faktor penyebabnya antara lain pemanenan yang terlambat dilakukan, kelembapan udara yang terlalu tinggi, pencemaran dari tempat menempelnya sarang, serta tahap pemrosesan dan penyimpanan yang tidak baik. jika dilihat dari nilai jualnya, harga sarang kuning cukup rendah. Untuk meningkatkan kualitasnya, sarang kuning harus dicuci hingga sarang berwarna putih kembali.
d. Sarang Biru
Sarang jenis ini biasanya dihasilkan dari air liur walet yang bermutu rendah. Hal ini disebabkan pakan yang dikonsumsi walet kualitasnya kurang baik, misalnya serangga yang diburu walet sudah terkontaminasi limbah pabrik, atau bisa juga air yang diminum sudah tercemar polusi. Selain itu, sarang biru juga dihasilkan dari sarang putih yang mengalami perubahan warna akibat sering terkena air atau kelembapan udara yang terlalu tinggi di dalam gua atau rumah walet.
e.   Sarang Hitam
Sarang walet hitam sering ditemukan di dalam gua.  Terbuat dari campuran air liur dengan bulu walet. Sarang ini dihasilkan oleh spesies A. maximus. Dibandingkan dengan sarang walet lain, mutu sarang walet hitam dianggap paling rendah.
Khasiat dan Manfaat Sarang Burung Walet
Salah satu hal yang menyebabkan orang tergiur untuk mengonsumsi makanan yang terbuat dari sarang burung walet adalah khasiatnya yang bisa menjaga vitalitas dan menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk penyakit berat seperti kanker. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para pakar kesehatan diketahui bahwa sarang walet mengandung 17 asam amino, baik asam amino esensial, semi-esensial, maupun non-esensial. Sementara itu, Mardiastuti et al (1996) dalam laporannya menyebutkan, di dalam sarang walet terkandung 8,1% N; 0,02% P; 1,7% K; 1,6% Ca; 13,8% karbohidrat; 0,9% lemak; 0,29% serat kasar; 50,8% protein; 1Ij% abu; 19,9% air; 2,3 mg/g vitamin C; 9,1 IU/g vitamin A; dan 2,5 mg/g Niacin.
Menurut dr Cheng Ce, spesialis kanker dari Sekolah Kedokteran Tradisional di Provinsi Henan, Cina, mengatakan liur dari kelenjar glandula sub-lingualis walet terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh (food supplement), tetapi tidak mengobati penyakit. Dengan mengonsumsi sarang walet secara rutin dapat menstimulus kinerja organ-organ tubuh menjadi lebih baik.
Beberapa manfaat lain sarang burung walet adalah mencegah serangan bakteri, memelihara kecantikan tubuh, anti-aging, menghilangkan pengaruh alkohol, dan meningkatkan konsentrasi. Kandungan kalsium yang terkandung dalam sarang burung walet juga berguna untuk mencegah pengeroposan tulang.
Walet diketahui  mengandung protein yang cukup tinggi.  Kandungan protein yang berasal dari sarang walet dapat berfungsi sebagai zat pembangun yang bertugas membentuk sel-sel dan jaringan baru yang berperan aktif selama proses metaboli sme di dalam tubuh. Protein yang berasal dari sarang walet juga memiliki ikatan senyawa yang lebih kompleks daripada protein nabati. Bahkan, salah satu senyawa turunannya, yakni azitothymidine, telah diteliti mampu melawan virus HIV.

Potensi Ekonomi Walet
  • Harga pasar gelap Rp5 juta per kg.
  •  Harga resmi bisa mencapai Rp37 juta per kg.
  •  Potensi ekspor sarang burung walet diperkirakan bisa mencapai Rp6 triliun.
  •  Potensi ekspor sarang burung walet Indonesia mencapai 200 ton per tahun. Sedangkan produksinya bisa mencapai 400 ton per tahun.
  • Walet produk Indonesia hampir 90% nya untuk kebutuhan ekspor.
  • Konsumen terbesar SBW adalah China, sekitar 60%-70 % ekspor Indonesia diserap oleh China
  •  Harga rata-rata kisaran sarang walet mentah sebelum proses sekitar US$ 1500. Tetapi setelah diproses bisa mencapai US$ 2.500 bahkan lebih.
Kuliah Hasil Hutan Non Kayu
CATATAN:
Buat kelompok yang terdiri 3 orang.  Kelompok yang terbentuk mengembangkan materi dan memahami istilah-istilah pada materi tersebut di atas.  Hasil pengembangan materi dibuat dalam laporan/makalah kelompok dalm bentuk file dan print out. File dikirim ke email: mallo.junior27@gmail.com, print out akan didiskusikan pada pertemuan Rabu 30 Oktober 2013.  Hindari kopi paste kemiripan tugas antar kelompok.

54 komentar:

  1. Nama : Reinaldi
    stambuk: L 131 10 417
    pertanyaan sy, mana kualitas sarang walet yg bagus ? yg di ambil dari habitat alam atau habitat buatan manusia..??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik saya akan coba jawab pertanyaan Rainaldi yang lebih baik adalah dari alam karena dia membuat sarangx sendiri dari lendirx..!!

      Hapus
    2. sy tanggapi ulang, beri alasan yg jelas walaupun dari alam maupun dari manusia tetap walet buat sarang sendiri ! tdk ada kaitanya.. tlg alasan yg jelas bukan cma asal.. thanks

      Hapus
  2. razak
    L 131 11 318
    mungkin pertanyaan sy singkat,,, apa yg menyebabkan burung walet,, mencari tempat untuk berkembang biak itu di tempat yg gelap,, seperti di bangunan tua ataupun di dlam goa..??

    BalasHapus
  3. razak,_ renaldi,,
    kalau menurut sya,, kualitas sarang walet yang bagus itu, yang di ambil dari habitat buatan manusia,, karna, dgan adax pengelolaan yang baik, mka hasil yg di inginkan jga memuaskan,, sedangkan dgan kualitas yg alami, kualitas walet kurang baik karna, tidak menutup kemungkinan air yang di konsumsi walet telah terkontaminasi dgan limbah, yang dimna limbah yg di konsumsi tersebut dpat berpengaruh dgan kualitas harga jual sarang atau yang berharga dri burung walet tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak menutup kemungkinan air yg di konsumsi walet terkontaminasi dengan limbah ? maksudnya apa ? bukanya sarang walet itu dari air liur ?? klo terkontaminasi dengan limbah, berarti burung tersebut akan mati dulu sebelum membuat sarang..! klo mau jwb tinggalkan nama ces..

      Hapus
  4. asslmualaikum , Wr. Wb ..

    Putri viaritya
    L 131 11 255

    Apa benar rumah walet mandatangkan DB? Berapakah biaya untuk pembuatan rumah burung walet? Berapa lama rumah walet produktif ?

    BalasHapus
  5. Hariadin
    L131 11 267

    1. Bagaimana cara budi daya burung walet yang baik untuk mendapat hasil yang memuaskan?

    2. Dari hasil pemaparan di Atas tentang sarang burung walet yang manakah yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan penyakit kanker?

    3. Sarang burung walet manakah yang mempunyai nilai jual tinggi dan apa penyebabnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. reinaldi L 131 10 417
      menurut sy cara budi daya baik adalah dengan membuat gedung atau tempat burung tersebut, terus di beri makanan buat walet yaitu semacam serangga dan makanan khusus..
      terus tentang penyakit, semua sarang sama khasiatnya tetapi klo kualitas yg bagus dia berwarna putih kemerahan..
      dan yg terkhir yg nilai jual lebih tinggi warna putih dengan adanya serat serat kemerahan bisa mencapai 17 juta/kg yg kedua warna putih 14juta/kg dan yg hitam hanya 2juta /kg karena sdh bercampur dengan bulu walet.. :)

      Hapus
  6. Scrivend grand Tandawuya
    L 131 10 275
    Apa yang harus kita buat untuk pekembang biakan walet agar walet ini tidak dapat punah...???

    BalasHapus
    Balasan
    1. reinaldi L 131 10 417
      agar tdk punah, tentu kt harus menjaga ekosistem tempat hidup burung tersebut dan membudidayakan burung walet tersebut..

      Hapus
  7. asslmualaikum , Wr. Wb .

    ZUHRA
    L 131 11 317

    di atas di sebutkan Dari 11 jenis hanya terdapat 3 spesies menghasilkan sarang yang bisa dimakan. apakah sarang walet tersebut ada manfaatnya..??
    jika ada apa saja manfaat sarang walet tersebut..???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reinaldi L 131 10 417
      baik, menurut sy sarang walet itu banyak ,manfaatnya bagi manusia sarang walet punya banyak keampuhan. Antara lain menjaga kesegaran tubuh, meningkatkan vitalitas, obat awet muda, memelihara kecantikan dan menghambat kanker.. Bahkan salah satu senyawa turunannya azitothymidine telah diteliti bisa melawan AIDS. Istimewanya lagi, sarang walet sumber asam amino yang lengkap. Tercatat sekitar 17 asam amino esensial, semi esensial dan non-esensial yang dimiliki. Salah satunya kini dikembangkan oleh peneliti-peneliti di barat sebagai pelawan stroke dan kanker. Mineral-mineral sarang walet tak kalah manjurnya untuk mendukung aktivitas tubuh.. makasih :D

      Hapus
  8. Andika
    L 131 11 316

    pertayaan saya,apa kaitanya hutan dengan walet hingga walet tergolong hasil hutan non kayu?????
    yg kedua ...kenapa burung walet sangat menyukai gedung gedung yang tinggi atau di tempat yang mempunyai ketinggian????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reinaldi L 131 10 417
      sy akan jwb pertanyaan dari saudara andika, kaitanya walet hutan dan burung walet adalah karena habitat mereka di hutan dan hasil dari burung walet tersebut dpt di katakan non kayu karena sarang walet itu dari air liur bukan dari kayu :) knp mereka hidup di tempat tinggi karena itu untuk mempertahankan diri mereka dari pemangsa atau predator hewan lain.. dan juga mereka kan burung, jdi otomatis tempat hidup mereka di tempat tinggi.. makasih !

      Hapus
    2. Hutan bukan cuma kayu, tetapi banyak dihuni oleh berbagai macam organisme. Jadi bisa dikatakan segala sesuatu yg berasal dari hutan selain kayu, masuk dalam kategori hasil hutan bukan kayu, termasuk walet. Walet menyukai daerah yg tinggi disebabkan oleh pola hidup burung tersebut, yaitu memangsa serangga yg terbang diudara, seringakali pada daerah yang tinggi, sehingga utk memudahkan aktivitasnya walet memilih daerah2 yg tinggi..

      Hapus
  9. andika
    L 131 11 316
    saya cb jwb pertanyaan Tandawuya....
    agar walet tidak punah bgaimana kta bsa menjaga keberadanya dan tidak mengangu atau menembak walet jika walet tersebut ada di habitatnya,tidak merusak habitat walet dan bisa jga kt mengadakan budidaya walet hingga walet terserbut bsa berkembang sampai seterusnya...

    BalasHapus
  10. SRI WAHYUNI
    L 131 11 269

    seandainya di sarang walet atau di rumah walet banyak predator , bagaimana cara membasminya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. reinaldi L 131 10 417
      sy rasa klo di rmh walet tdk ada predator kecuali di alam.. sarang walet itu kan tinggi terus tempat mereka gelap dan di dalam goa.. klo masalah sarang itu tdk dpt gangguan kecuali sesama spesies burung.. kan ada namanya rantai makanan..

      Hapus
  11. Scrivend Grand Tandawuya
    L 131 10 275
    Apakah yg menyebabkan air liur/sarang walet itu sangat bisa mengobati penyakit zat apakah yg mengndung di dalamnya..??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reinaldi L 131 10 417
      berikut zat yg terkandung dari sarang walet Ada 6 mineral yang sudah diketahui seperti kalsium, besi, phospor, kalium dan natrium. Di dalam tubuh, kalsium berperan untuk pembentukan tulang. Selain itu juga sarang burung walet mengandung protein yang berbentuk glikoprotein yang merupakan komponen terbesar selain karbohidrat, lemak, dan air. Jumlahnya mencapai 50 persen. Di tubuh, protein berperan sebagai zat pembangunan. Ia membentuk sel – sel dan jaringan baru serta berperan aktif selama metabolisme protein asal hewan diakui lebih gizi lantaran punya ikatan senyawa lebih kompleks dari pada protein nabati..

      Hapus
  12. Sri Rahayu J Pakaya
    L 13111 287
    saya mau bertanya, apakah sarang burung walet goa (alami) lebih baik kualitasnya dibanding dengan sarang walet rumahan (buatan), mengapa demikian ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kualitasnya sama,....spt disebutkan pada artikel tsb....Tingginya kualitas sarang walet biasanya ditentukan oleh kandungan kemurnian liurnya. Berdasarkan nilai jualnya, sarang walet merah merupakan sarang termahal, kemudian disusul oleh sarang putih, sarang kuning, sarang biru, dan sarang hitam. jd yg menentukan kualitasnya bagus atau tdk sarang walet tergantung jenis burung walet yg membuat sarang tsb.

      Hapus
  13. nama : ari priyatno.m
    stambuk : L 131 11 253

    pertnyaan saya, harga dari sarang walet sangat beragam,ada yang berharga jutaan dan juga puluhan juta, yang saya ingin tanya harga yang beragam tersebut di lihat dari kualitas sarang yang bagaimana? sehingga harganya sangat beragam..

    trima kasih.,

    BalasHapus
    Balasan
    1. FRIZON.Lagole
      L 131 11 249

      saya coba menjawab''tingkat kemahalan sarang burung walet bisa di lihat dari kemurnian liur yang di keluarkan ole burung walet tersebut..

      trima kasih..

      Hapus
  14. FRENKY INDRAWAN.KT
    L 131 11 278
    dalam hal ini,perkembang biakan burung walet yakni ada 2 cara yaitu alami dan buatan,yang ingin saya tanyakan hal rumah buatan,Bagaimanakah cara untuk mengundang burung walet agar burung tersebut bisa menetap dan berkembang biak pada rumah buatan tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. brilliando b setiadi
      L 131 11 268

      pertama-tama rumah buatan tmpat budidaya walet harus di buat seperti tempat tingal burung walet pada umumx (di gua). untuk kandang walet harus memiliki suhu, kelembaban dan penerangan yang mirip dengan gua-gua alami. Suhu gua alami berkisar antara 24-26 derajat C dan kelembaban ± 80-95 %

      dan untuk mengundang burung walet masuk ke sarang buatan pada umumnya peternak burung walet melakukan dengan tidak sengaja.
      Banyaknya burung walet yang mengitari bangunan rumah dimanfaatkan oleh para peternak tersebut.
      Untuk memancing burung walet agar lebih banyak lagi, pemilik rumah menyiapkan tape recorder yang berisi rekaman suara burung Walet.
      Ada juga yang melakukan penumpukan jerami yang menghasilkan serangga-serangga kecil sebagai bahan makanan burung walet.
      jadi begituah cara mengundang burung walet bisa menetap dan berkembang biak pada rumah buatan tersebut....
      trimakasih...

      Hapus
    2. tanggapan yg sangat baik. Patut di contoh.

      Hapus
  15. Brilliando B Setiadi
    L 131 11 268
    petanyaan sy singkat saja, alat-alat apa saja yang diperlukan untuk memanen hasil dari sarang burung walet alami dan buatan..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inria R Tedongku
      L 131 11 288

      Alat-alat yang di perluhkan untuk memanen sarang walet buatan :
      1. Tangga lipat, yang ringan dan praktis untuk menjangkau sarang pada sirip
      2. Headlamp,yang digunakan untuk menyorot sarang yang akan di panen.

      Hapus
  16. FRENKY INDRAWAN.KT
    L 131 11 278
    pembudidayaan burung walet tersebut selain dari air liur burung tersebut bisa dimanfaatkan apakah kotoran dari burung walet tersebut juga bisa di manfaatkan?atau berbahayakah bagi manusia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inria R Tedongku
      L 131 11 288

      saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari rekan seperjuangan saya Frengki Indrawan .
      Menurut literatur yang saya baca, kotoran burung walet dapat di jadikan pupuk, dan harga jualnya cukup tinggi. Tapi di sisi lainnya, kotoran walet mengandung virus polio.

      Hapus
  17. nama: Nur fathoni
    stambuk: L 131 11 300
    pertanyaan:
    Bagai mana cara membuat agar walet cepat membuat sarang...? Dan ada berapa jenis walet yang ada di indonesia...? makasi

    BalasHapus
  18. nama: Harman
    stambukl; L 131 11 275
    pertanyaan: bagaimana kah sifat-sifat yang di miliki burung walet...?

    BalasHapus
  19. Nama: Inria R Tedongku
    Stambuk : L 131 11 288

    Pertanyaan : Bagaimana proses pemeliharaan khususnya gedung-gedung yang menjadi sarang walet, agar walet dapat bereproduksi dan menghasilkan sarang yang baik? dan bagaimana teknik pengambilan sarang yang baik, agar tidak mengganggu aktivitas dari burung walet tersebut..?

    BalasHapus
  20. nama: ABD RASYID
    stambuk: L131 11 264

    pertanyaan:
    bagaimana perlakuan khusus yang di maksud agar burung walet terpancing dan hinggap di gedung buatan tersebut....?

    BalasHapus
  21. nama :mahfud.
    stb :L 131 10 390

    Aslm.
    pertanyaan sy : apakah dari banyaknya jenis sarang burung walet,temperaturnya sma atau berbeda-beda ?
    jelaskan alasannya.

    BalasHapus
  22. pertanyaan saya,,
    kenapa burung walet jantan menghasilkan air liur yang panjang dari pada walet betina.?

    BalasHapus
  23. Selvina nggego
    L 131 11 282
    Sya akan mencoba menjawab prtanyaan dari Hariadin soal no 3. Menurut sya brung wallet yang mempunyai nilai lebih tinggi yaitu sarang wallet merah, selain ukuran sarang jenis ini cukup besar, umumnya terdapat 2 jenis sarang merah yang dikenalmasyarakat yakni sarang merah permanen dan tidak permanen, penyebab mahalnya sarang wallet merah selain berkasiat obat sarang wallet merah saat pemanenannya lebih lama dibandingkan dengan jenis wallet lainnya.
    Thanks………

    BalasHapus
  24. selvina nggego
    L 131 11 282
    Sya ingin bertanya, pada saat bagaimana sarang wallet harus dipanen agar mendapatkan kualitas sarng wallet yang baik dan tolong jelaskan alasanya……………???
    Thanks………

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inria R Tedongku
      L 131 11 288

      Sarang walet dapat dipanen apabila keadaannya sudah memungkinkan untuk di petik. Ada beberapa pola yang dapat dilakukan diantaranya :
      1. Panen rampasan, yaitu dilakukan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur.keuntungannya jarak waktu panen lebih cepat kualitas sarang bagus dan total produksi sarang walet per tahun lebih banyak, kelemahannya tidak baik untuk pelestariannya karna tidak ada proses peremajaan.
      2. panen buang telur, yaitu dilaksanakan setelah burung membuang sarang dan bertelur 2 butir. kelebihannya pemanenan dapat dilakukan 4 kali dalam setahun dan kualitas sarang baik dan tebal, kelemahannya walet tidak mendapat kesempatan untuk menetaskan telurnya
      3. panen penetasan, yaitu dilakukan ketika anak-anak walet sudah bisa terbang,kelemahannya sarang walet dapat rusak karna kotorannya. keuntungannya burung walet dapat berkembang biak dengan baik sehingga populasinya meningkat.

      Hapus
    2. frizon.lagole
      L 131 11 249

      saya mau bertanya,bagai mana atau lanka-lanka apa saja yang harus di lakukan agar burung walet tidak berpinda tempat dari rumah buatan yang tela di sediakan untuk mereka..

      Hapus
    3. Inria R Tedongku
      L 131 11 288

      Agar walet tidak berpndah dari rumah buatan, apa-apa saja yang di butuhkan terlebih khusus makanan walet tersebut harus terjamin dengan baik, dan desain rumah walet tersebut harus sesuai dengan keinginan walet tersebut.

      Hapus
  25. Zulvia S. Kasad
    L131 11 251


    dikatakan bahwa sarang burung walet bisa dimanfaatkan menjadi obat yg bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.
    yang saya mau tanyakan adalah apakah dari 11 macam jenis walet tersebut ada jenis walet lainnya yg memiliki efek yang bisa membahayakan untuk dikonsumsi...??
    kalau memang ada, jenis walet apa...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. mohzen
      L 131 11 303

      dari 11 jenis walet sebenarnya tidak berbahaya jika dikonsumsi namun dari pemanennya yang di mana menggunakan bahan" kimia yang berbahaya sehingga walet tersebut tidak bisa dikonsumsi lagi..

      Hapus
  26. sulfriana porombi
    L 131 11 245

    Apa sebenarnya yang menjadi penentu dari burung walet untuk bersarang disebuah habitat buatan.... atau dengan kata lain bagaimana cara kita mengukur tingkat kenyamanan dari burung walet sehingga kita dapat membuat suatu habitat yang benar-benar sesuai dengan habitat aslinya....!!!!!

    BalasHapus
  27. sulfriana porombi
    L 131 11 245

    Apa yang menyebabkan sehingga perubahan musim dapat mempengaruhi perkembangbiakan burung walet......!!!!!!

    BalasHapus
  28. oisman modingge
    L 131 11 321


    mengapa tidak semua burung walet dapat menghasilkan suara lengkingan?

    BalasHapus
  29. Stevandi Tindika
    L 131 11 258

    pertanyaan saya kenapa burung walet di kategorikan sebagai hasil hutan non kayu..??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inria R Tedongku
      L 131 11 288

      Karna walet merupakan hasil hutan yang menghasilkan sarang yang dapat dipergunakan untuk kepentingan" tertentu..sama halnya dengan lebah madu..

      Hapus
  30. Candra s
    L 131 11 314

    apa manfaat burung walet di bidang kehutanan itu sendiri ?

    BalasHapus
  31. nama; RIZMANTO RAHMAN
    stambuk; L131 11 323
    bagaimana cara membudidayakan burung walet denagan baik...?

    BalasHapus
  32. Apakah bisnis rumah untuk sarang walet masih bagus untuk saat ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Inshaa Allah masih bagus utk saat ini...

      Hapus