Jumat, 02 Februari 2018

RUMAH YANG SHALIH

Jika rumah menjadi sebaik-baik tempat menenangkan fisik, meneduhkan hati, maka sejauh apa pun kaki melangkah, rumah juga yang menjadi tempat paling dirindukan. Jika rumah bukanlah soal bangunannya yang kokoh, tetapi tempat kebaikan bersemi dan ketenteraman hati diraih, maka hiburan terbaik bagi jiwa yang penat adalah rumahnya sendiri. Ini rumah dalam makna maskan yang shalih.
Ada banyak paradoks. Betapa sering kita menjumpai orang yang sangat jarang di rumah, sebelum Subuh sudah ia tinggalkan untuk kerja dan malam baru tiba, tetapi saat libur tiba justru ia tinggalkan untuk mencari ketenangan, memperoleh hiburan. Demi meraih ketenangan itu, ia rela berpayah-payah menempuh kemacetan yang menegangkan. Hanya sesaat istirahat, esok atau lusa harus segera kembali bergulat dengan kemacetan agar dapat segera tiba di rumah. Kenapa? Esok Subuh harus kembali berangkat kerja.

Senin, 29 Januari 2018

PISONIA, POHON PEMBAWA KEMATIAN BAGI RIBUAN BURUNG

Pohon bernama lengkap Pisonia brunoniana ini dikenal memiliki reputasi mengerikan. Nama indahnya itu justru membawa kematian untuk burung-burung yang hinggap di tubuhnya. Pohon berbunga kecil ini asli dari kawasan tropis, terbentang dari Hawaii, Selandia Baru, hingga India.
Pohon ini tidak memiliki wujud ‘mengancam’, tanpa duri dan tanpa buah beracun,serta tiada pula bagiannya yang berfungsi menjebak hewan.Namun, jika diteliti dari akar hingga rantingnya, akan kita temukan ribuan tulang dan tubuh-tubuh kecil yang kaku dan mengering.
Belum ditemukan alasan jelas mengapa pohon ini begitu ‘suka’ membantai burung. Ahli ekologi menyatakan, bisa jadi ini hanya salah satu kebiasaan mengerikan evolusi.

SEAKAN KULIHAT AISYAH

Ketika engkau bertanya kepadaku tentang pendamping hidup yang sempurna, seakan-akan kulihat Aisyah radhiyallahu 'anha. Dialah istri Nabi shallaLlahu 'alaihi wa sallam yang banyak menimbulkan takjub pada hati yang merindukan kemesraan. Dia pula istri Nabi shallaLlahu 'alaihi wa sallam yang kecerdasannya membuat para shahabat berdatangan kepadanya untuk belajar. Bila orang membicarakannya, kita selalu teringat akan peristiwa bagaimana ia berkejar-kejaran mesra dengan suaminya, Muhammad shallaLlahu 'alaihi wa sallam. Bila orang mendengar julukannya, Humaira’ (yang pipinya merah jambu), terbayang rumah tangga yang romantis menggemaskan. Itu sebabnya, para penceramah sering menceritakannya pada khutbah-khutbah pernikahan.

Rabu, 03 Januari 2018

JULAIBIB TAK DIKENAL MANUSIA TAPI DIRINDU SANG PENCIPTA

Namanya Julaibib, begitulah dia biasa dipanggil. Nama ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri fisiknya yang kerdil dan pendek. Nama Julaibib adalah nama yang tidak biasa dan tidak lengkap. Nama ini, tentu bukan ia sendiri yang menghendaki. Bukan pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya. Demikian pula orang-orang, semua tidak tahu, atau tidak mau tahu tentang nasab Julaibib. Bagi masyarakat Yatsrib, tidak bernasab dan tidak bersuku adalah cacat sosial yang sangat besar.

Minggu, 17 Desember 2017

PEREMPUAN ANEH DALAM KWK 02

Saya pertama kali bertemu dengan perempuan itu kira-kira dua minggu yang lalu.  Hampir saya berteriak kaget ketika masuk ke dalam angkutan KWK 02 dan bertubruk pandang dengannya.  Apalagi tak seorang pun ada dalam angkutan jurusan Cililitan-Cilangkap itu.
Waktu menunjukkan pukul 22.00.  Malam pekat.  Saya pulang dari TIM. Usai rapat dengan teman-teman Dewan Kesenian Jakarta.  Saya memang sengaja tak naik taksi, agar bisa lebih hemat.  Ah, saya menarik napas tak panjang.  Perempuan itu tak berkedip menatap saya.  Saya membuang wajah ke jalan raya, tak mau membalas menatap.   Ya Allah, siapa dia? Kapan ia turun? Dimana ia turun? Ada apa dengannya?  Pertanyaan pertanyaan itu berkecamuk di benak saya.  Apakah ia gila? Mau menodong? Apa ia akan mebayar ongkos? Atau perlu saya bayari.