Pada suatu hari, karena macet, kami memutar
balik perjalanan, kami arahkan mobil ke sebuah perumahan untuk numpang muter
aja, lalu tanpa sengaja, ternyata kami melewati rumah seorang teman lama suami.
Dan dia meminta kami mampir.
Kami serombongan dengan 4 anak. Menuju
ruang tamunya yang mungil dan bersih.
Singkat cerita, di sana, juga ada tamu yang
baru datang. sebuah keluarga -ayah, ibu dan 1 anak 7 tahunan-. Si anak langsung
membuka toples kue nastar, membawa toples ke pangkuannya, dan lalu asyik makan.
Kita panggil saja si anak "Boy" yaa. Badannya bongsor.
Nastar itu terlihat "mahal".
Bentuknya seperti buah jambu. Cantik banget.
Hampir setengah toples berpindah ke perut
Boy. Sang Ayah sibuk mengobrol dengan tuan rumah, sang ibu sibuk dengan HP. Aku
mengajak anak-anak ke teras luar yang adem, aku takut menjadi 'tertuduh'
terlibat menghabiskan 1 toples kue mahal



