Selalu begitu. Cinta selalu membutuhkan kata. Tidak
seperti perasaan-perasaan lain, cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun.
Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa tiba-tiba kita merasakan sebuah
dorongan yang tak terbendung untuk menyatakannya. Sorot mata takkan sanggup
menyatakan semuanya.
Tidak mungkin memang. Dua bola mata kita terlalu kecil
untuk mewakili semua makna yang membuncah di laut jiwa saat badai cinta datang.
Mata yang sanggup menyampaikan sinyal pesan bahwa ada badai dilaut jiwa. Hanya
itu. Sebab cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka
jadilah pelangi; goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit, tapi
semuanya nyata. Indah.




