Kamis, 14 Mei 2026

KUNANG-KUNANG: KORBAN KOTA YANG TERLALU TERANG

Dulu, kunang-kunang adalah selebriti malam hari. Mereka muncul ramai-ramai di sawah, kebun, atau pinggir sungai dengan cahaya kecil yang berkedip cantik. Tidak ada efek LED, tidak ada editing, tidak ada filter, tetapi suasananya sudah terasa magis.

Bahkan generasi 2000-an mungkin masih ingat lagu “Kunang-Kunang” dari Endank Soekamti feat. E'snanas yang liriknya unik sekaligus absurd: “Ku mimpi dikejar kunang-kunang...” 

Dulu lagu itu terdengar lucu. Sekarang malah terasa seperti nostalgia terhadap makhluk yang mulai jarang kita lihat. Sekarang, jangankan ramai, melihat satu kunang-kunang saja rasanya seperti menemukan “hidden character” di dunia nyata.

Ironisnya, kunang-kunang bukan hilang karena diburu besar-besaran. Mereka perlahan tersingkir karena dunia modern terlalu terang. Lampu jalan menyala semalaman, reklame makin terang, lampu rumah tidak pernah mati, bahkan beberapa orang tidur sambil tetap menyalakan TV supaya katanya “ada teman”.

Senin, 04 Mei 2026

KUNTUL KERBAU DI KAMPUS UNTAD: FENOMENA BARU ATAU SEKADAR BARU DISADARI?

Kemunculan burung kuntul kerbau (Bubulcus ibis) di lingkungan Universitas Tadulako belakangan ini terasa seperti “kejadian besar” bagi sebagian warga kampus. Apalagi, momen itu datang setelah embung selesai dibangun. Di benak banyak orang, hubungan keduanya tampak jelas: ada air baru, lalu datang burung air. Sederhana, masuk akal, dan mudah dipercaya. Namun, seperti banyak hal dalam ekologi, apa yang terlihat di permukaan tidak selalu mencerminkan cerita yang sebenarnya.

Bagi mereka yang terbiasa mengamati burung, kehadiran kuntul kerbau di kampus bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Burung ini memang sudah lama “datang dan pergi” di kawasan ini. Ia tidak menetap, tidak juga rutin muncul setiap saat, tetapi sesekali hadir ketika kondisi lingkungan mendukung. Sifatnya yang pengembara membuat pergerakannya sangat dinamis, mengikuti peluang, terutama ketersediaan makanan. Karena itu, apa yang kini dianggap sebagai fenomena baru sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai fenomena yang baru disadari. Burungnya sudah lama ada, hanya saja perhatian kita yang baru tertuju sekarang.

Rabu, 16 Juli 2025

MENGAPA NAMA FAMILI TUMBUHAN BERAKHIRAN -CEAE DAN FAMILI BURUNG BERAKHIRAN -IDAE?

Dalam sistem klasifikasi makhluk hidup, penamaan ilmiah mengikuti aturan yang telah distandarkan secara internasional untuk memastikan keseragaman dan kejelasan dalam komunikasi ilmiah. Salah satu aspek menarik dalam sistem ini adalah perbedaan akhiran pada nama famili antara tumbuhan dan hewan, termasuk burung. Nama famili tumbuhan umumnya berakhir dengan akhiran -ceae, seperti pada Fabaceae untuk keluarga kacang-kacangan, sedangkan pada hewan dan burung berakhiran -idae, seperti pada Accipitridae untuk keluarga elang. Meskipun tampak sebagai perbedaan kecil, kedua akhiran ini sesungguhnya mencerminkan dua sistem nomenklatur yang berbeda dan memiliki sejarah serta dasar linguistik yang khas.

Tumbuhan mengikuti aturan yang diatur dalam International Code of Nomenclature for algae, fungi, and plants (ICN), sedangkan hewan, termasuk burung, mengikuti International Code of Zoological Nomenclature (ICZN). Kedua kode ini berkembang secara terpisah dalam tradisi botani dan zoologi, sehingga menghasilkan perbedaan bentuk dan struktur nama-nama taksonomi. Dalam konteks tumbuhan, akhiran -ceae berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak feminin dan secara harfiah berarti "keluarga dari" atau "kelompok yang termasuk dalam." Nama-nama famili tumbuhan biasanya dibentuk dari nama genus utama yang mewakili kelompok tersebut, lalu ditambahkan akhiran -ceae. Sebagai contoh, nama Poaceae berasal dari genus Poa, yang menunjukkan bahwa famili tersebut mencakup semua spesies yang terkait erat dengan genus tersebut.

Kamis, 26 Juni 2025

EFEKTIVITAS KOMBINASI POWERPOINT DAN BLOGSPOT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Salah satu tantangan utama dalam pembelajaran masa kini adalah bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang menarik, mudah dipahami, dan berkelanjutan di luar kelas. Dalam konteks ini, pemanfaatan media pembelajaran menjadi sangat penting. Selama ini, saya menggunakan Microsoft PowerPoint sebagai media utama dalam proses perkuliahan, dan Blogspot sebagai media pendukung. Kombinasi ini terbukti masih relevan dan cukup efektif dalam menunjang proses pembelajaran mahasiswa.

PowerPoint sebagai Media Presentasi Interaktif dan Dinamis

Microsoft PowerPoint telah lama menjadi media presentasi favorit dalam dunia pendidikan. Salah satu kekuatannya adalah sifatnya yang familiar dan mudah digunakan oleh hampir semua kalangan pendidik maupun mahasiswa. Sebagian besar perangkat komputer atau laptop telah memiliki aplikasi ini secara default, sehingga tidak memerlukan langganan tambahan atau pembelian terpisah untuk digunakan dalam pembelajaran.

KONFLIK MANUSIA DAN SATWA LIAR DI INDONESIA: TANTANGAN EKOLOGI DAN STRATEGI KONSERVASI

Pendahuluan

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas dengan kekayaan satwa liar yang sangat tinggi. Namun, pertumbuhan populasi manusia yang pesat, perubahan tutupan lahan, serta eksploitasi sumber daya alam telah mendorong terjadinya peningkatan interaksi negatif antara manusia dan satwa liar. Konflik ini sering kali berujung pada kerugian ekonomi, ancaman keselamatan manusia, dan penurunan populasi satwa liar yang dilindungi.

Faktor Ekologis Pemicu Konflik

Dalam perspektif ekologi, konflik manusia dan satwa liar muncul akibat gangguan terhadap keseimbangan ekosistem. Beberapa faktor utama penyebab konflik meliputi:

  • Fragmentasi dan Hilangnya Habitat

Konversi hutan menjadi lahan pertanian, perkebunan, dan pemukiman memaksa satwa liar keluar dari habitat aslinya. Misalnya, gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) sering masuk ke lahan pertanian warga akibat berkurangnya pakan alami di hutan yang telah terbuka.

Senin, 02 Juni 2025

MENJAGA KESEHATAN HUTAN: TANTANGAN DARI HERBIVORI SATWA LIAR, PERLADANGAN BERPINDAH, DAN KEBAKARAN HUTAN

Kesehatan hutan merujuk pada kondisi ekosistem hutan yang stabil, produktif, dan mampu menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal. Indikator kesehatan hutan meliputi keanekaragaman hayati, regenerasi alami, struktur tajuk yang berlapis, kestabilan tanah, hingga ketiadaan gangguan besar. Namun, di berbagai wilayah tropis seperti Indonesia, keberlangsungan kesehatan hutan menghadapi ancaman serius dari tekanan ekologi dan sosial, seperti herbivori satwa liar berlebih, perladangan berpindah yang tak terkendali, dan kebakaran hutan.

1. Herbivori Satwa Liar: Gangguan Alami yang Dapat Melemahkan Regenerasi

Dalam ekosistem yang seimbang, herbivori oleh satwa liar seperti rusa, babi hutan, atau kerbau liar membantu menjaga dinamika vegetasi. Namun, saat tekanan herbivori menjadi terlalu tinggi, misalnya akibat ledakan populasi satwa herbivora atau hilangnya predator, terjadi penurunan regenerasi alami pohon, kerusakan vegetasi bawah, dan terganggunya siklus suksesi hutan. Efek ini berdampak pada:

Sabtu, 31 Mei 2025

STRATEGI REPRODUKSI R DAN K SEBAGAI DASAR DALAM PENGELOLAAN SATWA LIAR

Dalam ilmu ekologi, strategi hidup suatu spesies merupakan fondasi penting dalam merancang kebijakan pengelolaan dan konservasi satwa liar. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah klasifikasi strategi hidup berdasarkan teori r/K selection. Teori ini menjelaskan bagaimana organisme beradaptasi terhadap tekanan lingkungan melalui pola reproduksi, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup. Memahami strategi reproduksi r dan K tidak hanya penting untuk kajian ekologi teoretis, tetapi juga menjadi alat bantu praktis dalam menentukan prioritas konservasi, pendekatan manajemen populasi, hingga kebijakan pemanfaatan berkelanjutan.

Strategi r: Kelangsungan melalui Kuantitas

Spesies dengan strategi r (diambil dari simbol r dalam model pertumbuhan populasi eksponensial) dicirikan oleh:

Rabu, 28 Mei 2025

KONSEP RELUNG DAN GUILD DALAM EKOLOGI DAN PENGELOLAAN SATWALIAR

Pengertian Relung dalam Ekologi Satwaliar

Dalam konteks ekologi satwaliar, relung (niche) merujuk pada keseluruhan peran suatu spesies dalam ekosistemnya, termasuk cara spesies tersebut hidup, mencari makan, bereproduksi, serta berinteraksi dengan lingkungannya. Relung bukan hanya sekadar tempat tinggal atau habitat, tetapi mencakup berbagai aspek ekologis yang membentuk strategi hidup suatu spesies. Setiap spesies memiliki relung yang unik yang membedakannya dari spesies lain, bahkan jika mereka tinggal di habitat yang sama. Pemahaman tentang relung penting untuk memahami cara spesies bertahan hidup dan bagaimana mereka berbagi sumber daya di alam.

Komponen-Komponen Relung

Relung ekologis terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait:

  • Relung Habitat: menunjukkan tempat fisik tempat spesies hidup, seperti hutan, padang rumput, rawa, atau pesisir.
  • Relung Trophik (Makanan): menunjukkan posisi spesies dalam rantai makanan dan jenis makanan yang dikonsumsi, seperti herbivora, karnivora, atau omnivora.

Rabu, 23 April 2025

STRATEGI HIDUP R DAN K: KETAHANAN EKOLOGIS SPESIES DI ERA PERUBAHAN IKLIM

Dalam dunia ekologi, spesies berkembang melalui dua strategi utama yang berbeda dalam hal pertumbuhan populasi dan reproduksi: strategi hidup R dan strategi hidup K. Kedua strategi ini mencerminkan respons adaptif terhadap kondisi lingkungan tempat spesies tersebut berevolusi.

Spesies strategi R (dari kata rate) mengutamakan reproduksi cepat. Mereka cenderung menghasilkan banyak keturunan dalam waktu singkat, memiliki umur yang pendek, serta sedikit atau bahkan tidak ada perawatan terhadap anak. Contohnya adalah tikus, nyamuk, lalat, dan banyak jenis amfibi. Keuntungan dari strategi ini adalah kemampuannya untuk pulih dengan cepat setelah gangguan lingkungan.

Selasa, 25 Maret 2025

MURMURATION: TARIAN UDARA SPEKTAKULER YANG TAK BISA KITA SAKSIKAN DI INDONESIA

Kehidupan burung selalu memberikan kejutan dengan keunikan pola hidupnya. Meskipun burung termasuk salah satu fauna yang paling banyak diteliti, masih banyak misteri dalam kehidupannya yang belum terungkap. Salah satu fenomena menarik yang ditunjukkan oleh burung adalah ribuan burung jalak yang berkumpul dan terbang bersama dalam pola yang tampak acak, namun sebenarnya terkoordinasi dengan indah, seolah-olah mereka menari di langit. Pemandangan ini tidak hanya memukau tetapi juga menyimpan banyak misteri. Fenomena ini dikenal sebagai murmuration. 

Fenomena yang mirip dengan murmuration tidak hanya terjadi pada burung jalak, tetapi juga ditemukan pada berbagai kelompok hewan lain, terutama yang bergerak secara kolektif. Di lautan, ikan seperti sarden (Sardinops sagax), herring (Clupea harengus), dan beberapa spesies barracuda serta tuna membentuk kawanan besar yang bergerak sinkron untuk menghindari predator atau meningkatkan efisiensi berburu. Di darat, migrasi massal mamalia seperti rusa kutub (Rangifer tarandus) dan wildebeest (Connochaetes) juga menunjukkan pola gerakan koordinatif yang menyerupai gelombang yang berpola dinamis. Serangga seperti lebah madu (Apis mellifera), belalang (Schistocerca gregaria), serta beberapa spesies nyamuk dan lalat membentuk kawanan yang bergerak bersama dalam pola yang kompleks untuk navigasi atau perlindungan. Selain itu, kelelawar yang keluar dari gua dalam jumlah besar juga dapat membentuk pola pergerakan yang menyerupai murmuration.

Minggu, 23 Maret 2025

STATUS BURUNG

Dalam dunia perburungan, seringkali muncul empat istilah penting yang kerap disalahartikan atau tertukar maknanya, yaitu status penyebaran, status perlindungan, status perdagangan dan status konservasi burung. Ketiganya memiliki makna dan fungsi yang berbeda dalam memahami keberadaan serta upaya pelestarian burung di alam. Status penyebaran berkaitan dengan pola distribusi geografis burung, apakah burung tersebut endemik, penetap, atau migran. Sementara itu, status perlindungan mengacu pada peraturan hukum yang melindungi spesies burung tertentu dari perburuan atau perdagangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Adapun status konservasi merujuk pada kondisi populasi burung di alam berdasarkan penilaian ilmiah, seperti yang ditetapkan oleh IUCN Red List, yang menilai apakah suatu spesies tergolong rentan, terancam, atau hampir punah. Sedangkan status perdagangan merujuk pada Apendiks CITES. Melalui tulisan ini, penjelasan mengenai ketiga istilah tersebut akan diuraikan secara jelas agar tidak lagi terjadi kekeliruan dalam pemahaman maupun penggunaannya, terutama bagi pemerhati burung, akademisi, maupun pegiat konservasi.

Minggu, 18 Agustus 2024

KESEHATAN PEMUDA

Tubuh adalah aset kehidupan terpenting. Ia adalah kendaraan sebuah gagasan. Jika kendaraan itu prima, gagasan bisa direalisasikan di alam nyata.  Jika kendaraan itu melemah bahkan hancur, hilanglah sumber produktivitas sang pemuda dalam hidup. Inilah kenyataan yang diingatkan nabi, “dua nikmat yang paling banyak dilalaikan, yaitu sehat dan waktu luang”

Kehidupan yang sehat adalah anugerah pencipta yang tidak akan terbayar apa pun. Mengapa Allah memberi fasilitas ini? Apakah Kesehatan datang sekedar untuk dinikmati tanpa isi? Tidak! Kesehatan adalah utang yang harus dibayar dengan kontribusi.

Karena hidup bagi sang pemuda muslim adalah ruang kerja. Ia adalah ruang ibadah untuk bekal setelah kematian. Tubuh yang sehat adalah instrument untuk memikul tugas tugas besar di dunia untuk bekal akhirat.

Tingkat pertanggungjawaban yang akan dituntut Allah akan selalu adil sesuai dengan tingkat Kesehatan yang Allah titipkan. Allah tidak akan menuntut seseorang yang dilahirkan cacat dengan standar tanggung jawab manusia berfisik sempurna. Namun, Allah akan menuntut seseorang bertubuh sempurna jika ia tidak optimal menggunakannya, bahkan jika ia sampai merusak kesehatannya dengan alasan apapun. Oleh karena itu, dalam islam, kesehatan adalah tujuan agung agama.

Rabu, 20 Maret 2024

ISTRI GURU TAHFIDZ

Jika boleh usul, apakah bisa sebutan ‘guru adalah pahlawan tanda jasa’ itu ditiadakan saja? Supaya guru menjadi profesi yang dihargai dengan materi secara layak. Jujur, aku sudah muak dengan kata-kata manis bahwa jasa guru akan dibalas kebaikannya di akhirat kelak. Kalian pikir profesi lain seperti polisi, dokter, pilot, pedagang, masinis atau buruh pabrik tidak akan mendapat balasan kebaikan di akhirat?

Bersembunyi di balik slogan ‘Ikhlas Beramal’ agar bisa seenaknya membayar murah jasa guru tanpa memikirkan bagaimana kesejahteraan keluarganya di rumah, adalah ciri manusia bermental pecundang.

Lagipula sejak kapan keikhlasan guru dalam mengajar diukur dari besar kecilnya gaji yang diterima? Makin kecil gaji makin ikhlas gurunya, makin besar gaji artinya dia tidak ikhlas saat mengajar. Aneh!

***

Minggu, 24 Desember 2023

EFEK DUNNING-KRUGER

 

Efek Dunning-Kruger adalah sebuah bias kognitif yang merujuk pada kecenderungan individu yang kurang kompeten dalam suatu bidang untuk merasa sangat percaya diri dalam kemampuan mereka, sementara individu yang lebih kompeten sering meragukan diri mereka dan cenderung merasa kurang yakin tentang pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang tersebut. Efek ini pertama kali diidentifikasi oleh psikolog sosial David Dunning dan Justin Kruger dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1999. Nama Dunning-Kruger digunakan untuk menghormati kedua peneliti tersebut.

Secara konseptual, Efek Dunning-Kruger mencerminkan kurangnya kesadaran diri dalam menilai kompetensi dan kemampuan diri sendiri. Orang yang terpengaruh oleh efek ini cenderung melebih-lebihkan kemampuan mereka dan tidak mampu mengenali keterbatasan mereka. Mereka mungkin berpikir bahwa mereka telah menguasai suatu bidang atau topik tertentu, padahal kenyataannya pengetahuan atau keterampilan mereka dalam bidang tersebut sangat terbatas.

Senin, 30 Januari 2023

TAK ADA NASEHAT UMUM

   Semua nasehat hanya berlaku bagi orang tertentu, tak ada resep umum bagi semua orang. Misalnya saja nasehat yang secara umum diterima di bawah ini:

1. Jadilah diri sendiri

Secara umum nasehat ini benar. Tapi bagi mereka yang tingkahnya buruk, pemalas, toxic, malah makin parah apabila memakai ini. Yang cocok justru dia diminta meniru orang lain dan jangan jadi diri sendiri.

2. Jangan dengarkan orang lain

Meskipun secara umum benar, tapi bagi orang keras kepala malah makin parah. Nasehat yang tepat baginya justru agar mendengarkan orang lain.

3. Bersikap lemah lembut dan mengalahlah pada orang lain

Secara umum benar, tapi bagi mereka yang mentalnya lemah malah akan ditindas bila mengikuti nasehat ini. Yang pas bagi dia adalah agar tegas dan jangan selalu mengalah.

Kamis, 30 Desember 2021

HUPO TUNGGAL (UPUPA EPOPS), SANG BURUNG HUDHUD MENURUT AL-QURAN DAN SAINS

 

Penamaan Hudhud terhadap burung ini dari bahasa Al-Quran atau bahasa Arab, yang hingga saat ini masih dipakai menjadi kosa kata masyarakat Arab. Tetapi secara saintis burung ini tidak menggunakan nama Hudhud; nama latin disebut Upupa epops, nama Inggris disebut Huopoe, di Indonesia disebut mengadopsi nama Inggris Hupo Tunggal. Burung ini menurut del Hoyo et al. (2016) dikelompokkan dalam ordo Buceroformes, mencakup kangkareng, rangkong dan julang, dalam famili Upupidae. Menurut the Cornell Lab of Ornithology famili ini beranggotakan tiga jenis; dua jenis lain A. antaios (endemik Pulau St. Helena, barat Afrika, telah punah) dan A. marginata (endemik, Madagaskar)(del Hoyo et al. 2020 & 2020A). Sedangkan burung ini tersebar jauh lebih luas, mencakup Eropa, Asia dan Afrika.

Kamis, 15 Juli 2021

MENGENAL IBADAH MAHDHAH DAN GHAIRU MAHDHAH

 

Ibadah merupakan suatu bentuk ketundukan dan ketaatan terhadap pencipta alam semesta Allah SWT. Namun, ada dua macam bentuk ibadah yang penting untuk diketahui, yaitu ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. Kedua istilah ini kadang masih disalahpahami oleh umat.  Secara umum, Syekh Mahmud Syaltut dalam tafsirnya telah menjelaskan bentuk ibadah secara singkat, yaitu "Ketundukan yang tidak terbatas bagi pemilik yang tidak terbatas (pula)," begitu dia menjelaskan. Definisi ini, menurut almarhum mantan pemimpin tertinggi lembaga-lembaga Al-Azhar tersebut, menunjukkan puncak tertinggi dari kerendahan hati, kecintaan batin, serta peleburan diri kepada keagungan Allah.  Namun, di samping pengertian umum tersebut, ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah mempunyai pengertian yang lebih khusus. Hal ini karena ibadah tersebut ternyata mengalami penyempitan makna saat para ulama menguraikan hukum Islam, yang dapat menimbulkan kerancuan tentang makna ibadah yang sesungguhnya.

Rabu, 09 Juni 2021

MISKIN LITERASI

 

Kadang saya malu kalau baca jurnal penelitian dari luar negeri soal-soal media social (medsos). Hasil penelitian menyebutkan bahwa medsos di Indonesia salah satu medsos paling berisik di dunia.  Lebih 15rb tweet dan update status per detik.  Tapi sayang, kebanyakan adalah berita hoax dan fraud. Alias medsos di Indonesia salah satu yang paling tidak sehat di dunia.

Begitu juga ketika saya baca laporan soal ranking baca negara negara di dunia. Indonesia ada di urutan bawah. Negara yang warganya rajin baca itu justru Cina, Rusia, dan Spanyol. Negara yang mayoritas bukan Muslim. Indonesia ada di urutan ke 125 dari 198 negara yang disurvei.

Kalau kita baca lagi laporan penjualan rokok dan buku di Indonesia misalnya, penjualan rokok rata-rata di di Indonesia angkanya sampai 5T per tahun.  Sedangkan belanja buku masyarakat hanya 7M saja per tahun.  Lebih hobi merokok daripada membaca.  Yang bikin saya sedih bukan soal Indonesia saja.  Tapi soal bahwa Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Tapi budaya baca buku di Indonesia sangat rendah. Padahal agama Islam perintah pertamanya adalah membaca.

Jumat, 28 Mei 2021

BUKTI KEBESARAN ALLAH SWT TAMPAK DALAM PENCIPTAAN BURUNG

 

Burung adalah salah satu makhluk yang ditundukkan oleh Allah SWT bagi manusia, guna dinikmati dan dijadikan ibrah dalam kehidupan. Telah menjadi kehendak Allah SWT bahwa burung menjadi ayat qauliyah (tersurat) dan kauniyah (kosmologi).  Dalam Alquran terdapat kisah burung hudhud yang kecil, tetapi mampu mengerjakan sesuatu yang melebihi bentuk fisiknya.

Dalam hadist Rasulullah saw disebutkan bagaimana burung-burung berangkat di pagi hari dalam keadaan perut kosong, dan kembali di sore hari dalam keadaan perut kenyang oleh makanan.  Oleh karena itu, manusia diperintahka Allah SWT untuk selalu membaca ayat-ayat-Nya secara utuh, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Terhadap kisah burung hudhud ataupun eksistensi burung-burung yang hidup di alam semesta ini, terdapat pelajaran yang bisa kita teladani.

Burung mengajarkan kepada kita untuk memiliki obsesi melebihi bentuk fisik kita, misalnya, fisik boleh kecil, tetapi cita-cita dan idealisme harus lebih besar. Hal ini bukanlah mimpi dan khayalan. Yang membedakan antara kenyataan dan khayalan adalah kemauan dan kesungguhan untuk merealisasikan obsesi, cita-cita, dan idealisme itu. Lihatlah hudhud seekor burung kecil mampu memberikan informasi yang tidak diketahui oleh Nabi Sulaiman, bahwa ada kerajaan yang penduduknya menyembah selain Allah SWT dan dipimpin oleh seorang wanita.

Kamis, 27 Mei 2021

BIJAK MENYIKAPI TEKNOLOGI INFORMASI

 "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berkata baik atau ia diam" (Bukhari dan Muslim).

Dulu kita sulit memublikasikan karya tulis.  Jangankan dimuat di rubrik opini koran nasional, sekadar nongol di rubrik surat pembaca pun sulit.   Dulu kebanyakan kita hanyalah pembaca, bukan penulis. Kita penerima informasi, bukan pembuat informasi.  Tapi itu dulu. Kini, setiap orang bisa menjadi penulis sekaligus memublikasikan karyanya. Bahkan, bukan sekadar karya tulis, tapi juga karya foto dan video. Semua itu dimungkinkan karena Allah SWT telah menganugerahkan teknologi internet kepada kita. Teknologi yang mulai banyak menyebar sejak awal 2000 ini telah membuka luas sekat-sekat yang dulu membatasi kita.  Hebatnya lagi, teknologi ini mampu memberi wadah berinteraksi dengan pembaca secara langsung.  Kita bisa paham bagaimana reaksi pembaca, siapa yang sepakat dan siapa yang tidak, bahkan debat kusir pun bisa berlangsung lama di sini.

Lewat media ini seorang dai tak perlu khawatir tak memiliki podium untuk berceramah. Sebab, ia bisa dengan mudah mengunjungi publik lewat media social yang disediakan teknologi ini. la bisa menggunakan blog, email, faeebook, twitter, whatsapp, dan BBM. Pendek kata, ia bisa berceramah kapan saja.  Tak bisa kita pungkiri, media "tak berkabel" ini begitu banyak membuka kesempatan kepada kita untuk berbuat baik.  Lewat media ini, kita bisa membangun izzul Islam wal Muslimin.  Tetapi, kita tak boleh lupa, terknologi ini juga memberi kesempatan kepada setan untuk berbuat jahat.