Klasifikasi tanah adalah ilmu yang
mempelajari cara-cara membedakan sifat-sifat tanah satu sama lain, dan
mengelompokkan tanah ke dalam kelas-kelas tertentu berdasarkan atas kesamaan
sifat yang dimiliki. Dalam mengelompokkan tanah diperlukan sifat dan ciri tanah
yang dapat diamati di lapangan dan di laboratorium. Sumberdaya lahan mencakup dua pengertian
yaitu: Sumberdaya dapat diartikan sesuatu benda/bahan yang dapat dieksploitasi
dan dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumberdaya
dapat berkonotasi waktu, tempat dan ekonomi. Sedangkan lahan dapat
didefinisikan menjadi bagian dari bentang alam yang mencakup pengertian lingkungan
fisik (iklim, topografi, hidrologi, dan vegetasi alami) yang secara potensial
akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan. Satuan lahan memiliki sifat atau
karakteristik yang spesifik.
Tampilkan postingan dengan label MATERI KULIAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI KULIAH. Tampilkan semua postingan
Minggu, 30 Juni 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
ADOPSI DAN DIFUSI INOVASI DALAM PENYULUHAN KEHUTANAN
A. Adopsi Inovasi
Dalam Penyuluhan
1. Pengertian
Adopsi
Adopsi, dalam proses penyuluhan, pada
hakekatnya dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku baik yang berupa:
pengetahuan (cognitive), sikap (affective), maupun ketrampilan (psycho-motoric) pada din seseorang
setelah menerima “inovasi” yang disampaikan penyuluh oleh masyarakat
sasarannya. Penerima disini mengandung arti tidak sekadar “tahu”, tetapi sampai
benar-benar dapat melaksanakan atau menerapkannya dengan benar serta
menghayatinya dalam kehidupan dan usahataninya. Penerimaan inovasi tersebut,
biasanya dapat diamati secara Iangsung maupun tidak langsung dengan orang.
sebagai cerminan dan adanya perubahan: sikap, pengetahuan, dan atau
keterampilannya.
MEDIA PENYULUHAN KEHUTANAN
A. Pengertian Media
Penyuluhan
Sebagai suatu sistem pendidikan non formal,
yaitu suatu sistem pendidikan terprogram di luar sekolah, kegiatan penyuluhan
mutlak memerlukan perencanaan yang jelas mengenai program pendidikan yang akan
dilaksanakan. Tentang hal ini, dalam setiap melaksanakan kegiatan penyuluhan,
seorang penyuluh tidak hanya cukup menetapkan topik materi penyuluhan dan
merancang metoda yang akan diterapkan. Tetapi yang tidak boleh dilupakan adalah
persiapan tentang sarana penyuluhan.
Di dalam penyuluhan, sarana penyuluhan sangat
penting untuk membantu kelancaran pelaksanaan penyuluhan maupun untuk
memperjelas materi yang disampaikan agar mudah diingat dipahami oleh masyarakat
sasarannya.
Minggu, 23 Juni 2019
BIOLOGI SEBAGAI ILMU
Biologi merupakan bagian dari Ilmu Alamiah
(Natural Sciences). Ilmu alamiah
(Ilmu pengetahuan Dasar) terdiri dari 3 kelompok, yaitu ilmu-ilmu Fisik,
Matematika dan Biologi. Yang termasuk ilmu-ilmu fisik ialah Fisika, Kimia,
Meteorologi, Astronomi dan Geologi. Karena Biologi sebagai ilmu alamiah, maka
dalam mempelajarinya banyak berkaitan dengan bidang ilmu alamiah lain.
Sebagai ilmu yang mempunyai disiplin
tersendiri, maka Biologi juga memiliki ruang lingkup pembicaraan tertentu. Ilmu
ini dalam pengembangannya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan berbagai
ilmu lain. Beberapa ilmu menjadi penunjang dasar adalah Matematika, Fisika, dan
Kimia kemudian memberi dan menerima informasi dari Geologi, Sosiologi, Antropologi,
Psikologi dan sebagainya.
Biologi pada dasarnya berada diantara
ilmu-ilmu yang tergabung dengan ilmu yang abstrak dan yang kongkrit dan ilmu
eksakta disatu pihak dengan ilmu-ilmu non eksakta di pihak lain. Kedua kelompok
ini berada pada dua kutub yang bertentangan.
Jumat, 29 Maret 2019
PENYULUHAN KEHUTANAN
A. Defenisi Penyuluhan Kehutanan
Konsep
Penyuluhan
Kehadiran penyuluhan di Indonesia sebagai
bidang kegiatan, sebenarnya sudah berlangsung hampir dua abad yang lalu, yakni
sejak didirikannya Kebun Raya Bogor oleh Reinwardt pada tahun 1817, tetapi
kehadirannya sebagai cabang keilmuan, sebenarnya belum lama.
Meskipun demikian, ilmu penyuluhan itu
sendiri sebenarnya sudah lama dikembangkan. Menurut catatan sejarah, di
Scotlandia Pengembangan ilmu penyuluhan sudah dirintis sejak tahun 1723 (True,
dalam Swanson dan Clear, 1984).
Sehubungan dengan itu, konsep tentang penyuluhan terus mengalami
perkembangan. Shukla (1972) misalnya, sedikitnya telah menyampaikan adanya 15
konsep.
Pengertian tentang penyuluhan memang sangat
sulit dirumuskan, karena menyangkut banyak tujuan dan kepentingan. OIeh sebab
itu, setiap orang dapat memberikan konsepnya sendiri, sesuai dengan latar
belakang keilmuan dan kepentingan yang ada padanya.
Jumat, 21 Februari 2014
Pengelolaan Sumber Daya Alam
Makna
Sumber Daya
“Semua benda hidup dan mati yg terdapat secara alamiah di bumi, Bermanfaat bagi manusia,
Dapat dimanfaatkan oleh manusia, untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya”
Ekosuistem
Sumber daya alam
Sumberdaya Lahan
Lahan dapat didefinisikan sebagai suatu
perpaduan antara unsur bentuk/bentang lahan, geologi tanah, hidrologi, iklim,
flora dan fauna, serta alokasi penggunaannya. Dengan demikian sumberdaya lahan
tidak lain adalah potensi dari sistem ruang yang mengandung unsur-unsur lingkungan fisik, kimia dan
biologis, yang saling berinteraksi mengarah kepada tataguna lahan.
Sabtu, 14 Desember 2013
SAGU
Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) merupakan salah
satu dari kekayaan hutan Indonesia. Indonesia memiliki hamparan hutan sagu
seluas lebih 1 juta hektar. Indonesia termasuk satu dari 2 negara yang memiliki
areal sagu terbesar di dunia selain Papua Nugini. Dari total area hutan sagu di
dunia, Indonesia memiliki satu juta hektar hutan sagu yang tersebar di beberapa
provinsi atau menguasai 51.3% hutan sagu di dunia. Diyakini bahwa pusat asal
sagu adalah sekitar Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Di tempat
tersebut dijumpai keragaman plasma nutfah sagu yang paling tinggi. Tanaman sagu
tersebar di wilayah tropika basah Asia Tenggara dan Oseania, terutama tumbuh di
lahan rawa, payau atau yang sering tergenang air. Sebaran lahan pohon sagu
terbesar di Indonesia terdapat di beberapa wilayah yaitu Irian Jaya, Maluku
(terutama Seram dan Halmahera), Sulawesi, Kalimantan (terutama Kalimantan
Barat) dan Sumatera (terutama Riau). Hutan sagu alam yang luas terdapat
di sepanjang dataran rendah pantai dan muara sungai Irian Jaya, Seram,
Halmahera dan Riau. Di daerah lain hutan sagu yang ada sekarang
kebanyakan merupakan kebun sagu yang meliar menjadi hutan karena tidak ada
pemeliharaan di Jawa sagu tidak terdapat umum dan ditemukan secara terbatas di
Banten dan di beberapa tempat sepanjang pantai utara Jawa Tengah.
Kamis, 12 Desember 2013
PENGANTAR KE KEHUTANAN INTERNASIONAL (Lanjutan)
Konvensi dan
Konsensus Internasional dalam Bidang Kehutanan
Mengingat jasa ekologis hutan dan dampak
negatif akibat kerusakan hutan yang berada dalam wilayah kekuasaan suatu negara
dapat dirasakan pula oleh negara-negara lain, terutama yang berbatasana
langsung, maka pengurusan hutan dalam suatu negara harus pula memperhatikan
kepentingan negara-negara lain terhadap hutan.
Untuk dapat terakomodasinya kepentingan negara-negara di dunia terhadap berbagai
barang dan jasa dari hutan yang terdapat di suatu negara tertentu, maka di antara
negara-negara tersebut biasanya membuat berbagai kesepakatan atau
konsensus. Sesuai dengan banyaknya
negara yang ikut serta dalam membuat kesepakatan, kesepakatan ini dapat
dikelompokkan ke dalam:
Rabu, 11 Desember 2013
DAMAR
Damar adalah hasil sekresi dari pohon
Shorea, Vatica, Dryobalanops dll. yang termasuk famili Dipterocarpaceae. Damar, dalam perdagangan internasional
memiliki nama: gum damar, damar batu, damar mata kucing. Berdasarkan warna,
dikenal 5 jenis damar: damar mata kucing, damar rasak, damar putih, damar
merah, damar hitam. Damar mata kucing
merupakan damar dengan kualitas terbaik dan harga tinggi.
Penyebaran
Salah
satu jenis pohon penghasil damar adalah meranti (Shorea spp.) tanaman ini
menyebar di Malaysia, Filipina, Indonesia (Lampung, Bengkulu, Aceh, Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Barat,
Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku).
Secara alam terdapat dalam hutan dataran rendah pada ketinggian 0-500 m
dari permukaan laut. Pada umumnya pohon
ini dijumpai di daerah dengan tipe iklim A dan B, pada tanah-tanah latosol,
podsolik merah kuning dan podsolik
kuning.
PENGANTAR KE KEHUTANAN INTERNASIONAL
Ruang Lingkup
Kajian Kehutanan Internasional
Kehutanan Internasional (Internasional Forestry) merupakan bidang
kajian baru dalam ilmu kehutanan. Bidang
ini membahas berbagai permasalahan kehutanan yang bersifat internasional atau
permasalahan global kehutanan. Kajian internasional
dalam bidang kehutanan mulai mencuat pada saat keberadaan hutan dan fungsi
hutan di dunia mulai terancam kelestariannya, sementara bukti-bukti ilmiah
tentang tingginya ketergantungan kehidupan di muka bumi ini terhadap kerberadaan
dan fungsi hutan makin terungkap. Selain
itu, fungsi hutan dalam menghasilkan jasa ekologis yang sangat penting dalam
menyangga sistem kehidupan di muka bumi ini bersifat global. Ia tidak mengenal batas-batas wilayah
administrasi pemerintahan (negara) dan letak geografis di muka bumi ini.
Selasa, 10 Desember 2013
RIMBAWAN SEBAGAI SEBUAH PROFESI
Apakah profesi itu?
Dalam Webster’s New World Collage Dictionary
(Newfeldt dan Guralink, 1996), dijelaskan pengertian profesi, professional dan
profesionalisme sebagaimana diuraikan berikut ini. Profesi (Inggris : profession) adalah
suatu lapangan pekerjaan yang memerlukan pendidikan atau pelatihan
lanjutan, dan memerlukan keahlian intelektual dalam bidang ilmu tertentu.
Beberapa contoh profesi yang telah biasa kita kenal, misalnya, dalam bidang
obat-obatan (apoteker), keteknikan (insinyur), pendidikan (guru), dan kehutanan
(Rimbawan). Secara umum, orang yang memiliki atau mempraktekan profesi tertentu
dinamakan profesional (Inggris: professional), sedangkan secara khusus
professional menyatakan orang yang mengerjakan kegiatan yang berdasarkan
keahlian tertentu untuk mendapatkan bayaran atau upah, bukan hanya sekedar hobi.
Professional juga dapat berfungsi sebagai kata sifat yang mengandung arti,
mengerjakn suatu pekerjaan oleh orang yang memiliki keahlian, atau mata pencarian
seseorang yang berdasarkan kepada kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu,
atau melaksanakan suatu pekerjaan dengan berdasarkan kepada bayaran tertentu.
Sedangkan profesionalisme (Inggris: professionalism)
mengandung arti: kualitas, atau status keprofesinalan; atau praktek menggunakan
tenaga yang bersifat profesional dalam suatu organisasi atau bidang pekerjaan
tertentu, misalnya dalam persatuan (club) olah raga (sepak bola, bola basket,
tinju, tenis lapangan, dst).
Rabu, 04 Desember 2013
PENGURUSAN HUTAN DI MASA YANG AKAN DATANG
A. Permasalahan dalam Pengurusan Hutan
Dari berbagai isu-isu penting dalam
pengurusan hutan di Indonesia, pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam dua
kelompok permasalahan, yaitu:
1.
Kelompok
permasalahan yang bersifat mendasar dan berhubungan dengan peraturan
perundangan serta sistem pengurusan hutan yang seyogyanya dikembangkan di Indonesia.
2.
Kelompok
permasalahan yang lebih bersifat kasuistik (kasus-kasus) yang keberadaannya
sangat berhubungan dengan dimensi tempat dan waktu. Kelompok permasalahan ini dalam penyelesaiannya
berhubungan dengan prioritas penanganan dalam rangka pengurusan hutan di Indonesia.
Termasuk ke dalam kelompok permasalahan
pertama adalah beberapa permasalahan mendasar sebagai berikut:
Rabu, 20 November 2013
PENGURUSAN HUTAN DI INDONESIA
RUANG
LINGKUP KEGIATAN PENGURUSAN HUTAN
Pengurusan hutan adalah keseluruhan
tindakan pengelolaan terhadap sumberdaya hutan yang dilakukan dalam rangka
mendapatkan totalitas barang-barang, manfaat-manfaat, dan nilai-nilai yang
dapat diperoleh dengan tetap mempertahankan kelestariannya, untuk generasi
sekarang dan generasi yang akan datang (Helms, 1998). Jadi dilihat dari komponen-komponen
kegiatannya, maka kegiatan pengurusan hutan adalah tindakan manajemen yang di dalamnya
terdapat komponen-komponen kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penerapan
atau pelaksanaan kegiatan dan pengawasan.
Sasarannya adalah keseluruhan hutan sebagai suatu ekosistem berikut
keseluruhan hasil, manfaat dan nilai-nilai yang dapat dimanfaatkan secara
lestari untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Dalam praktek pengurusan hutan di Indonesia,
istilah pengurusan hutan dipergunakan untuk menyatakan keseluruhan kegiatan,
mencakup: perencanaan kehutanan, pengelolaan hutan, penelitian dan pengembangan,
pendidikan dan pelatihan serta penyuluhan kehutanan, dan pengawasan; yang
dilakukan dalam rangka mendapatkan totalitas manfaat hutan secara lestari untuk
sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia serta dapat mendukung sistem
kehidupan di muka bumi, pada saat ini dan generasi yang akan datang, dari
seluruh hutan yang ada di Indonesia.
Rabu, 06 November 2013
PERANAN HUTAN DALAM PEMBANGUNAN DI INDONESIA
Nilai Sosial
Pada saat ini, diperkirakan hampir
setengah dari total jumlah penduduk di Indonesia, baik secara langsung maupun
tidak langsung, mengantungkan hidupnya pada hutan (Anwar, 2000). Jumlah ini kira-kira sama dengan 100 juta
orang. Ketergantungan ini dapat berupa
tersedianya lapangan kerja dalam kegiatan pengelolaan hutan dan industri
kehutanan dalam arti luas, dan berbagai kegiatan usaha lain yang berhubungan
dengan hasil hutan dan kegiatan pengelolaan hutan. Nilai ini belum termasuk fungsi hutan dalam
menyediakan berbagai bentuk jasa untuk kepentingan kegiatan budaya, keagamaan
dan aktivitas sosial lainnya.
Sabtu, 26 Oktober 2013
KEANEKARAGAMAN HAYATI: SEJARAH DAN POLA DISTRIBUSI
Hubungan Geologi
dan Ekologi Terhadap Keanekaragaman
hayati
Daratan dan lautan Indonesia membentuk
kekayaan tumbuhan dan hewan yang paling beragam di dunia. Iklim tropis, posisi geografi yang melingkar
di antara Asia dan Australia telah menghasilkan area flora dan fauna yang tidak
dapat dibandingkan. Di kepulauan
Indonesia terdapat lebih dari 1.500 spesies burung, 500-600 jenis mamalia,
8.500 jenis ikan, 40.000 jenis pohon dan sejumlah bentuk-bentuk kehidupan
lainnya dalam jumlah yang sangat banyak.
Sabtu, 13 April 2013
MEGAPODIDAE
Pada famili Megapodidae terdapat 21
jenis burung yang sebagian besar hidupnya aktif di permukaan tanah. Famili ini terbagi tujuh genus dan berdasarkan
ekologi dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
1.
Macrocephalon (1 jenis), Eulipoa (1 jenis), dan Megapodius (12 jenis)
Secara umum jenis-jenis burung yang
termasuk golongan ini dapat ditemukan pada berbagai habitat, tetapi tidak
pernah jauh dari pantai. Sebab kelompok
ini bertelur dalam liang di pasir dan dibiarkan menetas oleh panas
matahari. Di kawasan gunung berapi,
liang itu digali pada tempat yang dilewati uap panas.
Di Queensland, telur diletakan pada
celah-celah batu karang sehingga matahari dapat menyinarinya. Pada malam hari, batu-batuan itu tetap
menyimpan panas matahari, sehingga telur dapat tetap mendapatkan panas setiap
saat tanpa bantuan induknya.
KLASIFIKASI BURUNG
Saat ini burung-burung baik yang masih
hidup maupun yang telah punah telah dibagi dalam ordo-ordo dan pembagiannya
dimulai dari burung yang diperkirakan bersifat paling primitif, lalu ditelusuri
yang tingkat perkembangannya paling tinggi.
Semua jenis burung dibagi dalam 27 ordo
yang terdiri dari 158 famili. Pada
beberapa famili ada sub famili. Sekitar
1/3 jumlah dari total famili yang ada dan separuh jumlah spesies digolongkan dalam
ordo Passeriformes. Selain dari ordo tersebut,
dimasukkan ke dalam ordo non passerin.
Dari 154 famili yang masih hidup, ada 63
famili yang terdapat di Dunia Lama (Asia, Afrika, Eropa) maupun Dunia Baru
(Amerika). Dari jumlah ini delapan
terbatas pada daerah tropis, empat pada belahan bumi utara dan tiga pada
belahan bumi selatan. Dari sisanya, 57
hanya terdapat di Dunia Lama, 34 di Dunia Baru.
Selasa, 26 Maret 2013
MAKANAN BURUNG
Hampir setiap golongan binatang dan
tumbuhan dimanfaatkan oleh burung sebagai sumber makanannya. Bangkai paus dan
gajah dimanfaatkan oleh burung pemakan bangkai hingga tumbuhan primitif paling
kecil yakni ganggang biru menjadi sumber makanan burung flaminggo
Burung berkembang bersama sumber
makanannya di berbagai habitatnya yakni di hutan, gunung, padang rumput, semak,
rawa, gurun, tundra, sungai, danau, pulau, serta laut, bahkan dapat pula
dijumpai pada daerah perkotaan yang padat serta pada daerah pertanian. Perkembangan
tersebut merupakan hasil dari seleksi alam melalui masa yang sangat panjang.
CARA KOMUNIKASI BURUNG
Sebagian besar burung memerlukan
individu dan jenis burung lainnya. Dalam
aktivitasnya, sehingga sebagian besar
burung bersifat berkelompok. Terdapat
beberapa jenis burung yang penyendiri (soliter) misalnya raja udang
(Alcedinidae), burung pemangsa (accipitridae), tikusan (Rallidae), wiwik dan
kankok (Cuculidae). Dalam keadaan
tertentu jenis-jenis soliter tetap membutuhkan jenis burung lainnya atau
individu lainnya.
Melakukan aktivitas atau interaksi dengan
yang lainnya, burung menggunakan bahasa sbg sarana komunikasi. Pada burung terdapat berbagai jalan untuk
mengirimkan pesan, dengan suara maupun dengan aksi yang mungkin melibatkan
pameran bulu atau hiasannya. Namun pecakapan burung yang paling jelas berupa
kicauan.
MATA DAN INDRA PENCIUMAN BURUNG
Mata
Penglihatan yang baik merupakan
prasyarat lain untuk terbang, selain bulu.
Hampir tidak ada mahluk lain yang mampu menandingi tajamnya penglihatan
burung. Elang bangkai membumbung 1,5 km
di atas bumi sambil mencari bangkai dgn sabar, alap-alap menjelajahi udara di atas
padang rumput untuk mencari tikus, prenjak mengumpulkan telur serangga di bawah
daun dan titihan pecuk mengejar mangsanya di bawah air menggunakan mata yang
jeli.
Mata burung teramat besar menurut ukuran
mamalia. Kornea yang terbuka, berukuran kecil bila dibandingkan dengan bola
mata raksasa yang terletak dalam wadah tulang hampir tak bergerak. Pada sebagian burung sebenarnya mata lebih
besar daripada otak. Mata rajawali atau mata burung hantu sebesar mata manusia,
sedangkan bola mata burung unta bergaris tengah lima cm, hampir sama dengan
garis tengah bola tenis.
Langganan:
Postingan (Atom)















