Bahkan generasi 2000-an mungkin masih ingat lagu “Kunang-Kunang” dari Endank Soekamti feat. E'snanas yang liriknya unik sekaligus absurd: “Ku mimpi dikejar kunang-kunang...”
Dulu lagu itu terdengar lucu. Sekarang malah terasa seperti nostalgia terhadap makhluk yang mulai jarang kita lihat. Sekarang, jangankan ramai, melihat satu kunang-kunang saja rasanya seperti menemukan “hidden character” di dunia nyata.
Ironisnya, kunang-kunang bukan hilang karena diburu besar-besaran. Mereka perlahan tersingkir karena dunia modern terlalu terang. Lampu jalan menyala semalaman, reklame makin terang, lampu rumah tidak pernah mati, bahkan beberapa orang tidur sambil tetap menyalakan TV supaya katanya “ada teman”.




