Kamis, 26 Januari 2017

NABI MUHAMMAD SAW



Siapa yang tidak kenal Nabi Muhammad SAW.? Kalau ada, mungkin dia berasal dari planet lain. Heheh... Sejarah kehidupan beliau penuh dengan hikmah, teladan, juga keunikan. Berikut ini 15 fakta unik tentang laku hidup dan kehidupan beliau.
1. Nabi SAW tidak melepaskan tangannya saat berjabat sebelum mitranya melepaskan terlebih dahulu.

BUJANGAN, AYO KE PELAMINAN



Suka heran sama para bujangan. Bukan apa-apa, mereka betah lama-lama hidup sorangan, tanpa pasangan. Padahal, sudah punya kerjaan, dan juga usia sudah masuk hitungan. Tapi masih saja menunda ke pelaminan. Alasannya, punya penghasilan tapi takut tak mencukupkan.

Setiap jam, kerjaannya nulis cita-cita di beranda ingin pernikahan. Dalihnya, pengen membenarkan kelakuan, kalau sudah benar laku, maka pasangan akan datang. Atau kalau tidak demikian, update statusnya adalah foto-foto selfi sama teman-teman seperjuangan (bahkan adik seperguruan) yang lagi walimahan. Dari satu pernikahan ke pernikahan lagi, sambil meratap-ratap, “Kapan ya aku difoto berpasangan, bukan cuma jadi undangan doang?”

Senin, 23 Januari 2017

MEMILIH TAKDIR KEPEMIMPINAN



Dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Nasional Keluarga Alumni KAMMI dengan tema “kaum muda Indonesia memimpin perubahan dunia”, di Hotel Diradja, Jakarta (21 Januari 2017), Ust HM. Anis Matta, Lc menyampaikan empat hal penting terkait persiapan yang harus dilakukan oleh pemuda muslim Indonesia dalam upaya berkontribusi untuk peradaban dunia.
Berikut adalah empat hal penting tersebut.
1. Korelasi Kalimat Pertama dengan Debut Kepemimpinan
Ketika Umar bin Abdul Aziz hendak dilantik, ia berbisik kepada Imam Az-Zuhri, “inni akhafunnar” (saya takut kepada neraka). Itu kalimat pertama yang ia ucapkan ketika dilantik.
Apa korelasi kalimat itu dengan pencapaian seseorang dalam memulai debut kepemimpinan?
Kalimat ini berarti bahwa beliau memulai dari akhir bahwa akhir dari semua ini adalah kematian dan hidup setelah kematian hanya mempunyai dua pilihan, yaitu surga dan neraka. Ulama mengatakan, “orang yang paling berakal adalah yang paling jauh pandangannya tentang akhir dari semua yang ia lakukan.”

Sabtu, 31 Desember 2016

Kata Terurai Jadi Laku



Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan ia sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apa pun resikonya.
Suatu saat perempuan itu berkata, “ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tetapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.”

Selasa, 27 Desember 2016

Krisis Keyakinan Rezeki



Suatu hari, Rasulullah SAW memegang pundak Abdullah bin Umar. Beliau SAW kemudian berpesan, "Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara."
Rupanya putra Umar bin Khattab itu sangat terkesan dengan ucapan singkat Rasulullah hingga dia berkata, "Jaga nikmat hidupmu sebelum ajal menjemputmu." Demikian pula seharusnya kita. Bukankah setiap capaian dunia hanyalah halte demi halte untuk sampai pada terminal akhir kehidupan, yaitu kematian?