Empat
tahun lamanya Ibnu Khaldun (732-808 H/1332-1406) mengurung diri di pedalaman
Afrika Utara untuk menuntaskan buku sejarah monumentalnya, Al ‘Ibar. Lima
bulan diantaranya digunakan khusus untuk menulis kata pengantarnya, yang kelak
dikenal dengan sebagai Al Muqaddimah. Empat tahun lagi sesudahnya ia
gunakan untuk membaca ulang, mengedit dan memperbaiki buku itu hingga terbit.
Di antara tahun 776-784 H, Ibnu Khaldun ‘menempatkan’ maqomnya dalam sejarah
literatur Islam dan dunia sebagai filosof sejarah dan sosial, bahkan disebut
sebagai pendiri ilmu sosiologi modern.
Seperti
dalam dunia pengembaraan dan penulisan geografi, ilmu sejarah merupakan salah
satu cabang ilmu yang paling banyak




